Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

GMNI : Jokowi dan Prabowo Perlu Bersilaturahmi

"Sebagai dua tokoh besar bangsa, terlebih lagi sebagai dua umat Islam, saya pikir Jokowi dan Prabowo perlu bersilaturahmi," ujar Ahmad

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in GMNI : Jokowi dan Prabowo Perlu Bersilaturahmi
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Ketua PA GMNI sekaligus Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), Ahmad Basarah, menilai Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto perlu bertemu dan saling bersilaturahmi. 

Hal ini diungkapkannya sebelum acara 'Peringatan 118 Tahun Lahirnya Ir. Soekarno dan Haul ke-6 Wafatnya HM. Taufiq Kiemas', Sabtu (8/6/2019).

Baca: Silaturahmi AHY ke Jokowi-Megawati dan Cuitan Andi Arief, Akankah Demokrat Berpaling ke Jokowi?

Ia menilai agar masyarakat Indonesia tidak terjebak pada perpecahan akibat Pilpres 2019 dan mencairkan suasana tegang, maka keduanya perlu berekonsiliasi. 

"Sebagai dua tokoh besar bangsa, terlebih lagi sebagai dua umat Islam, saya pikir Jokowi dan Prabowo perlu bersilaturahmi," ujar Ahmad di Gedung DPP PA GMNI, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2019). 

Wakil Ketua MPR itu menilai silaturahmi adalah sesuatu yang perlu dibangun, dijaga serta diperlihatkan. Terutama di saat terjadi perpecahan politik seperti kondisi di Tanah Air sekarang. 

Dengan masih adanya suasana Idul Fitri, ia menilai dua capres itu dapat saling memaafkan kesalahan dan membangun hubungan silaturahmi seperti tradisi setiap Lebaran. 

Baca: Di Hari Kelahiran Mendiang Ustaz Arifin Ilham, Sang Putra Kenang Momen Spesial Ini

Rekomendasi Untuk Anda

"Mudah-mudahan tinggal tunggu waktu saja untuk Prabowo dan Jokowi bertatap muka sehingga kemudian dapat menyejukkan dan memberi kedamaian hati rakyat Indonesia," ucapnya.

"Ada baiknya memanfaatkan suasana Idul Fitri sekarang. Idul Fitri sendiri adalah hari kemenangan di mana dosa-dosa manusia sudah disucikan setelah 30 berpuasa," tandas politisi PDI Perjuangan itu.

Pertemuan Keduanya Tunggu Momentum

Pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto bakal terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pertemuan keduanya hanya tinggal menunggu momentum yang tepat.

Baca: Moeldoko : Tahu Enggak? Pegawai BUMN yang Coblos Prabowo-Sandiaga 78 Persen

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko (Dok. Kantor Staf Kepresidenan)

"Nunggu momennya saja. Upaya ke arah sana sudah semakin baik," kata Moeldoko, Rabu (29/5/2019) di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

Sayangnya Moeldoko ‎tidak menyebut kaapan pertemuan kedua tokoh itu bakal digelar. Dia hanya membocorkan pertemuan terjadi dalam waktu dekat ini.

Baca: Namanya Kembali Diusulkan Jadi Menteri, Ini Komentar Agus Gumiwang

Bahkan Moeldoko berharap pertemuan untuk rekonsiliasi itu bisa dilakukan dalam pekan ini juga. 

"Tidak lama lagi, mudah-mudahan," tambah mantan Panglima TNI tersebut.

Desakan dari Para Tokoh Nasional

Sejumlah tokoh nasional pun terus menggelorakan pertemuan keduanya dapat berlangsung.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, sejak awal saat ormas-ormas Islam bertemu dengan Jusuf Kalla, telah menyampaikan imbauan agar Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu.

Baca: Presiden Jokowi Terima Juara MTQ Internasional di Istana Negara

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD saat ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5/2019)
Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD saat ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5/2019) (Theresia Felisiani/Tribunnews.com)

Haedar Nasir mengatakan, pihaknya juga menangkap isyarat berbagai pernyataan kedua tokoh untuk melakukan silaturahim.

Baik Jokowi maupun Prabowo telah sama-sama menyampaikan pernyataan yang positif, mengajak masyarakat untuk mengakhiri situasi ini dengan tetap berpegang pada konstitusi. 

Keduanya juga meminta publik menjunjung tinggi kedamaian dan tak menggunakan kekerasan.

"Ini semua menunjukkan, kedua tokoh bangsa ini akan menjalin silaturahim. Mungkin soal waktu saja," ujar Haedar di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Mahfud MD yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi mengaku sepakat bila kedua Capres Jokowi dan Prabowo Subianto untuk menggelar pertemuan.

Adapun tujuan Jokowi ingin bertemu Prabowo Subianto tak lain adalah untuk mendinginkan suasana pasca Pemilu 2019 yang dianggap kembali menghangat.

Mahfud MD mengatakan, dengan pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto, pendukung Jokowi - Maruf Amin dan Prabowo-Sandi akan kembali tenang.

Pasalnya, satu hari pasca Pemilu 2019 suasana di kalangan antar pendukung dianggap kembali memanas

Mahfud MD sepakat dengan tujuan Jokowi ingin bertemu dengan Prabowo Subianto.

"Kunci utama persoalan ada di Prabowo dan Jokowi, dengan pertemuan itu saya kira persoalan di bawah akan selesai," kata Mahfud MD dikutip dari Kompas TV.

Menurut Mahfud MD pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto tidak berarti mengorbankan prinsip dan hasil perhitungan suara Pemilu 2019.

"Saling berangkulan itu bukan mengorbankan prinsip, bukan mengorbankan hasil Pemiu mereka harus saling berangkulan langsung menenangkan pengikutnya sampai menunggu hasi pemilu yang resmi," kata Mahfud MD.

Dorongan agar keduanya bertemu juga dilontarkan dari kubu Prabowo-Sandiaga.

Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung terealisasinya pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto.

Menurut Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, pertemuan Jokowi dengan Prabowo akan berdampak positif bagi masing-masing pendukung.

"Pertemuan antar elit bagus untuk menunjukkan bahwa ada kompetisi tapi tetap ada semangat persahabatan," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini kepada Tribunnews.com, Rabu (22/5/2019).

Sementara itu, Politikus Demokrat Andi Arief meminta Jokowi dan Prabowo Subianto segera mempercepat pertemuan mereka.

Permintaan tersebut menyusul kericuhan yang terjadi di beberapa lokasi di ibu kota serta jatuhnya korban saat aksi demo 22 Mei 2019 di Jakarta.

Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Chaerul Umam)

Baca: Pemerintah Pusat Dapat WTP, Jokowi: Kita Bersyukur Ini 3 Tahun Berturut-turut

Demonstrasi tersebut merupakan buntut dari penolakan terhadap hasil Pemilu 2019.

Agar korban jiwa tidak bertambah, Andi Arief merasa sudah saatnya kedua tokoh bertemu, meredakan suasana.

Jokowi : Saya Sudah Berinisiatif

Dikonfirmasi hal itu, Jokowi yang juga calon presiden petahana itu mengaku sudah pernah berinisiatif untuk bertemu Prabowo, namun memang hingga kini belum terlaksana.

"Sudah saya sampaikan, saya sudah berinisiatif sejak awal setelah coblosan. Sudah mengutus, tapi memang keliatannya belum ketemu," tutur Jokowi, Rabu (22/5/2019) di Istana Merdeka, Jakarta.

Gubernur Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo- Ma?ruf Amin yang telah memenangi kontestasi Pilpres 2019, untuk memegang amanah sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. TRIBUNNEWS.COM/IST
Gubernur Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo- Ma?ruf Amin yang telah memenangi kontestasi Pilpres 2019, untuk memegang amanah sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. TRIBUNNEWS.COM/IST (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Sebelumnya Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla buka suara terkait aksi demo 22 Mei 2019 di Jakarta yang berujung rusuh.

Jusuf Kalla menegaskan sebesar-besarnya aksi demo, tetap tidak ‎bisa merubah hasil Pemilu 2019.

Dia melanjutkan yang bisa merubah hasil pemilu adalah laporan yang terbukti di MK. (Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau/Theresia Felisiani/Vincentius Jyestha/Bangka Pos/KompasTV)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas