Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Pendapat Jubir TKN Tentang Putusan Akhir MK Terkait Permohonan Perbaikan Gugatan Prabowo-Sandi ‎

"Keputusan majelis hakim kan bukan berarti menerima perbaikan itu, tapi majelis hakim MK akan menyikapi perbaikan itu pada putusan akhir," kata Arsul

Pendapat Jubir TKN Tentang Putusan Akhir MK Terkait Permohonan Perbaikan Gugatan Prabowo-Sandi  ‎
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani yakin Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan menerima perbaikan permohonan gugatan sengketa Pilpres Prabowo-Sandi. MK akan menolak berkas gugatan hasil revisi tersebut dalam putusan akhir nanti.

"Keputusan majelis hakim kan bukan berarti menerima perbaikan itu, tapi majelis hakim MK akan menyikapi perbaikan itu pada putusan akhir," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (17/6/2019).

Untuk diketahui tim hukum Prabowo-Sandi menyerahkan berkas permohonan gugatan pada 24 Mei 2019. Berkas permohonan tersebut lalu direvisi pada 10 Juni kemarin. Banyak pihak menilai bahwa perbaikan permohonan tersebut tidak bisa dilakukan, karena hasil perbaikan jauh melenceng atau berbeda dari berkas gugatan yang pertama.

Arsul mengatakan banyak pandangan dari sejumlah praktisi hukum bahwa telah terjadi pelanggaran hukum acara karena hakim memberikan kesempatan kepada tim hukum Prabowo-Sandi membacakan berkas permohonan hasil perbaikan. 

Baca: Datangi Mahkamah Konstitusi, Tim Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti Empat Truk Form C1

Karena itu harus dijelaskan bahwa dibacakan permohonan gugatan hasil perbaikan bukan berarti berkas permohonan tersebut diterima.

"Ini yang segera harus dijelaskan kepada masyarakat bahwa apa yang disampaikan secara formil dan prosedural dalam sidang perdana itu bukan berarti diterima oleh MK, tapi akan disikapi MK pada putusan akhir," katanya.

Baca: FOTO-FOTO Kecelakaan Maut Bus PO Safari dan 3 Kendaran di Ruas Tol Cikopo Senin Dinihari Tadi

Sebelumnya perbaikan permohonan Prabowo-Sandi tersebut dipersoalkan pihak termohon yakni KPU dan pihak terkait yaitu Jokowi-Ma'ruf. Pasalnya Jika merujuk pada Peraturan MK Nomor 4 Tahun 2018 dan Peraturan MK Nomor 1 Tahun 2019 perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tidak mengenal perbaikan permohonan.

Dalam sidang perdana pada Jumat pekan lalu, Hakim Suhartoyo meminta perbaikan permohonan gugatan tersebut tidak perlu dipersoalkan. Hakim menurutnya akan menilai dengan objektif dan cermat terhadap polemik perbaikan gugatan tersebut.

"Semua serahkan kepada Mahkamah, nanti Mahkamah yang akan menilai secara cermat dan bijaksana dengan pertimbangan hukum yang bijaksana. Tidak perlu dipersoalkan," ujar Suhartoyo

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas