Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Tidak Akan Bawa Saksi, Bawaslu Hanya Siapkan Jawaban 230 Halaman Untuk Sidang Sengketa Pilpres Besok

Bawaslu RI mengaku tidak akan menghadirkan saksi untuk sidang kelima Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019

Tidak Akan Bawa Saksi, Bawaslu Hanya Siapkan Jawaban 230 Halaman Untuk Sidang Sengketa Pilpres Besok
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua Bawaslu RI Abhan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengaku tidak akan menghadirkan saksi untuk sidang kelima Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (21/6/2019).

Bawaslu hanya sebatas memberikan jawaban tertulis dengan ketebalan 200-230 halaman, berikut disertai alat bukti dokumen dan surat-surat lainnya yang telah diberi tanda PK 1 sampai PK 206.

"Kami tidak ada saksi, jadi kami cukup dengan memberikan jawaban tertulis dengan tebal sekitar 200 lebih, 230-an dengan alat bukti dokumen dan surat-surat yang kami beri tanda PK 1 sampai PK 206," kata Ketua Bawaslu RI Abhan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Baca: Kivlan Zen Ajukan Praperadilan Atas Penetapan Tersangkanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Baca: Tangkap Buaya Perutnya Membuncit, Setelah Dibedah Ditemukan Potongan Tubuh Wartoyo

Baca: Komentari Foto Gisel dan Gempi di Australia, Gading Marten Ajak Kenang Momen Liburan Bareng?

Majelis Hakim Konstitusi akan terlebih dulu mengesahkan alat bukti yang dibawa Bawaslu RI dengan tanda nomor PK 1 - PK 206 sebelum sidang dimulai.

Abhan mengatakan, upaya mereka menjawab segala argumentasi yang ada di ruang sidang tidak akan melenceng dari himpunan fakta-fakta pengawasan, hingga tindak lanjut penanganan pelanggaran selama penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Apa yang kami sampaikan adalah fakta-fakta pengawasan, tindak lanjut penanganan pelanggaran, nanti yang menilai Majelis Hakim," ungkap Abhan.

Sebagai informasi, agenda sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 atau sengketa Pilpres akan kembali digelar Jumat (21/6) besok, pukul 09.00 WIB.

Agenda acara sendiri ialah mendengar keterangan saksi dari pihak terkait yakni tim kuasa hukum paslon 01 Jokowi-Ma'ruf dan jawaban Bawaslu RI selaku pihak pemberi keterangan.

Berlangsung hingga pagi

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas