Tribun

PON Papua

Chris John Menilai Seharusnya Insiden Kericuhan Tidak Terjadi Dalam Gelaran PON Papua 2021

Chris John Menilai Seharusnya Insiden Kericuhan Tidak Terjadi Dalam Gelaran PON Papua 2021
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Chris John 

Menurut Chris John, petinju di Indonesia harus mulai bisa mengendalikan emosinya sendiri.

Saat meraih kemenangan, petinju tidak harus jemawa dan merayakan secara berlebihan.

"Kadang kita saat menang kita berpikir harus bisa mempertahankan sebaik-baiknya. Bisa juga berlatih lebih baik lagi," tambahnya.

Sementara, pada saat menderita kekalahan tidak harus terpuruk dan meluapkan kekecewaan secara berlebihan.

Kekalahan harus dijadikan acuan dan motivasi kedepannya untuk bisa bangkit dan lebih baik lagi di pertandingan berikutnya.

"Saat kalah, motivasi petinju harus bisa evaluasi apa yang membuat kalah. Sehingga harus memperbaiki kesalahan dengan berlatih dan perbaki dari pengalaman yang ada. Kedepan bisa lebih baik lagi," tutupnya.

Diketahui, sebelumya di arena pertandingan tinju sempat terjadi kericuhan yang melibatkan atlet dan relawan.

Petinju dari kontingen DKI Jakarta, Jil Mandagi dilaporkan menjadi sasaran pemukulan di luar ring tinju.

Dari keterangan yang dihimpun, kronologi bermula saat Jil Mandagi bertanding melawan atlet NTT, Luki Mira Agusto Hari di kelas 52-56kg putra.

Juri memutuskan, pertarungan dimenangkan Luki.

Keputusan itu memicu ketidakpuasan Jil Mandagi yang melakukan protes keras.

Sang petinju disebutkan turun dari ring lalu membanting pintu dan memukul Kun spanduk pembatas.

Aksi itu memantik reaksi relawan yang tergabung dalam panitia pelaksana menjaga jalannya pertandingan.

Upaya menenangkan atlet itu berimbas adanya pemukulan di luar ring.

Berita Populer

Latest News

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas