Puncak Arus di Bakauheni Mudik H-2
Arus mudik di penyeberangan Merak-Bakauheni diperkirakan mencapai puncaknya dua hari menjelang Lebaran
Editor:
Tjatur Wisanggeni
Manajer Operasional PT Indonesia Ferry (IF) Zailis Anas memastikan, puncak penumpang antara H-3 atau H-2. Dugaan ini merupakan tren setiap tahun serta berbarengan dengan masa libur pekerja.
Prediksi puncaknya arus mudik pun bisa dilihat dari jumlah penumpang yang terus menujukkan kenaikan.
Dari data PT IF pada H-7 jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni mencapai 26.634 penumpang. Lalu pada H-6 naik menjadi 29.806 penumpang. Memasuki H-5 jumlahnya naik signifikan 37.197 penumpang.
Tahun tahun lalu puncak kenaikan penumpang terjadi pada H-3 dan H-2 dengan jumlah penumpang mencapai 45.226 dan 43.528 penumpang. Kemungkinan pada tahun ini jumlahnya pun akan sama dengan puncak pada tahun 2009.
Kemudian untuk trip kapal roro pun menunjukkan peningkatan. Pada H-7 jumlahnya mencapai 90 trip, dan H-6 mencapai 89 trip lalu H-5 mencapai 97 trip. Jumlah itu merupakan kategori padat yang bisa dinaikan menjadi sangat padat yakni 120 trip.
Data sementara hingga pada H-4, Senin (6/9) sore jumlah pemudik sudah mencapai 25.198 penumpang. Kendaraan dari berbagai jenis sebanyak 3.884 unit, 667 kendaraan roda dua 2.252, roda empat, dan 564 kendaraan truk.
Mendukung peningkatan jumlah pemudik Dinas Perhubungan Lampung Selatan telah menyiapkan 120 unit bus, 300 travel dan 30 unit bus bantuan dari Damri. Semua itu disipkan di Terminal Pelabuhan Bakauheni.
"Kami yakin dengan jumlah armada tersebut maka kekosongan kendaraan umum tidak akan terjadi. Kalau pun nantinya masih terjadi kami akan mengizinkan angkutan desa untuk mengangkut penumpang," kata Wakil Kepala Terminal Pelabuhan Bakauheni,Weru.
Weru menduga jika puncak pemudik yang masuk ke Lampung melalui Pelabuhan Bakauheni akan terjadi Selasa (7/9/2010) malam.
"Kami juga berharap agar lalu lintas menjadi lancar sehingga bus bisa datang tepat waktu baik di Pelabuhan Bakauheni atau Terminal Rajabasa. Karena jika ada kemacetan maka bisa terjadi kekosongan armada," ujarnya.
Sementara kondisi Jalan Lintas Sumatera menurut Kasatlantas Polres Lamsel, AKP Sarpani semua kendala sudah teratasi. Kerusakan di km 66, Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan berupa gorong-gorong berlubang sudah ditutup.
Begitu pula kerusakan di km 77/79 sudah bisa dilewati dua arah sekaligus. Meski demikian jajaran satuan lalu lintas selalu sigap seandainya terjadi kerusakan jalan kembali maupun kemacetan di titik rawan. (tri yulianto)