Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketulusan Itu Membantu Mualaf

Menjadi seorang muallaf itu dirasakan tak mudah oleh Ketua Harian Pembina Iman Tauhid Indonesia (PITI) Kalimantan Selatan, Antony Subiakto.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM - Menjadi seorang muallaf itu dirasakan tak mudah oleh Ketua Harian Pembina Iman Tauhid Indonesia (PITI) Kalimantan Selatan, Antony Subiakto.

Antony menyadari jadi mualaf  harus benar-benar keyakinan dari hati dan karena Allah SWT.

"Jangan jadi mualaf hanya karena perkawinan atau lainnya, tapi niatkan dari hati," ujarnya

Risiko dikucilkan dari keluarga saat mengubah keyakinan ke agama Allah lanjutnya sudah dialaminya.

Namun dengan ketulusan dia pun bisa melewatinya dengan mudah.

"Tapi kalau kita benar-benar tulus, Insya Allah jalan akan terbuka dan mereka akan kembali menerima," pungkas dia.

Dijelaskannya, meski sedikit canggung namun kebanyakan para mualaf yang menjalani Ramadan pertama langsung berpuasa dan tidak sedikit ada yang tunai satu bulan.

Rekomendasi Untuk Anda

Kebanyakan sebelum jadi mualaf mereka mempelajari dulu bagaimana Islam itu sebenarnya.

Saat ini lanjut Antony sudah ada sekitar 1.500 pengikuti PITI yang kebanyakan di antaranya mualaf.

"Untuk di Banjarmasin saja ada 389 anggota PITI. Itu baru dari etnis Tionghua belum dari dayak, bugis, batak yang juga jadi mualaf," tandas dia.

Klik juga:

Tetap Produktiv Selama Puasa

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas