Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2019

Hikmah Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri Menurut Sains: Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Inilah hikmah memaafkan saat hari raya Idul Fitri menurut sains yang mengungkapkan bahwa hal ini baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang.

Hikmah Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri Menurut Sains: Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental
bandbajabarat.com
Inilah hikmah memaafkan saat hari raya Idul Fitri menurut sains yang mengungkapkan bahwa hal ini baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. 

Inilah hikmah memaafkan saat hari raya Idul Fitri menurut sains yang mengungkapkan bahwa hal ini baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang.

TRIBUNNEWS.COM - Hari raya Idul Fitri merupakan hari dimana seseorang merasa seperti terlahir kembali dengan fitrah kemanusiaan yang suci dan bersih dari dosa.

Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan, hari raya Idul Fitri menjadi sebuah kemenangan bagi umat muslim.

Pada umumnya di hari raya Idul Fitri, sesama umat muslim akan saling memaafkan atas kesalahan di masa lampau.

Baca: AHY: Lebaran Kali Ini Berbeda, Idul Fitri Pertama Keluarga Yudhoyono Tidak Lengkap

Baca: Syahrini Ucapkan Selamat Idul Fitri dalam Bahasa Jepang Ala-ala dan Reino Barack dalam Bahasa Sunda

Pernahkah Anda memikirkan apakah kita sudah benar-benar memaafkan seseorang ketika saling maaf-maafan di hari raya Idul Fitri ini?

Memaafkan tidak berarti menyetujui, membenarkan, membiarkan, atau melupakan kesalahan yang telah diperbuat orang lain terhadap kita.

Namun, memaafkan merupakan cara kita mengasah pengendalian diri dan nilai moral yang kita miliki.

Melansir Kompas.com melalui HuffPost, memaafkan seseorang dari kesalahan masa lampau merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan usaha.

Baca: Bamsoet Harap Idul Fitri Kembali Satukan Bangsa Indonesia

Baca: Ketua MPR Maknai Hari Raya Idul Fitri Sebagai Momentum Satukan Hati Anak Bangsa Pasca Pemilu 2019

Alangkah baiknya sebelum memaafkan orang lain, kita harus memaafkan diri kita terlebih dahulu.

Menurut Rubin Khoddam, psikolog dari University of Southern California, kendala pertama dan terbesar dalam proses memaafkan adalah ketakutan dipandang sebagai pihak yang lemah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Lebaran 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas