Tribun Ramadan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2019

Hikmah Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri Menurut Sains: Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Inilah hikmah memaafkan saat hari raya Idul Fitri menurut sains yang mengungkapkan bahwa hal ini baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang.

Hikmah Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri Menurut Sains: Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental
bandbajabarat.com
Inilah hikmah memaafkan saat hari raya Idul Fitri menurut sains yang mengungkapkan bahwa hal ini baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. 

Kondisi ini terus menempatkan kita sebagai korban yang tidak berdaya dan didominasi oleh orang lain.

Justru dengan mengambil keputusan untuk memaafkan, kita kembali mengambil kendali atas kehidupan kita sendiri.

Baca: Hidayat Nur Wahid: Idul Fitri dan Open House Bisa Menjadi Modal Sosial

Baca: Luna Maya Tampil Berhijab saat Ucapkan Selamat Idul Fitri, Faisal Nasimuddin Selipkan Komentar Ini

Tidak masalah jika pada awalnya, proses ini akan membuat kita marah dan mendendam, namun perlahan kita masalah tersebut telah membentuk pribadi kita saat ini yang telah berani mengambil langkah untuk berubah memperbaiki diri.

Memaafkan juga memiliki hikmah yang sangat bagus untuk fisik dan mental Anda.

Secara psikologis, orang yang pemaaf memiliki frekuensi dan tingkat depresi yang rendah.

Dalam kasus permasalahan internal keluarga, pasangan yang mengambil inisiasi untuk saling memaafkan dan berekonsiliasi akan memiliki hubungan yang lebih erat serta membentuk persepsi yang sehat bagi perkembangan emosional anak.

Baca: Deretan Artis yang Pertama Kali Rayakan Idul Fitri 2019 Bersama Pasangan Setelah Lepas Status Lajang

Baca: TERBARU Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2019 Bahasa Indonesia, Inggris & Kartu Ucapan

Sedangkan secara fisiologis, sikap memaafkan berhubungan dengan kadar sel darah putih dan jumlah sel darah merah dalam darah.

Artinya, kondisi mental ini memiliki kaitan dengan kekuatan sistem imun yang melindungi kita dari penyakit.

Memaafkan adalah suatu proses yang tidak instan dan memerlukan waktu.

Namun, dalam jangka panjang hal tersebut banyak memberi kebaikan dalam kehidupan kita, juga orang-orang di sekitar.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Lebaran 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas