Dari Jualan Es Mambo di Istiqlal, Jusuf Hamka Pengusaha Tionghoa Bercita-cita Bangun 1000 Masjid
Keunikan bentuk Masjid Babah Alun Desari tak lepas dari kisah pengusaha Tionghoa. Masa kecilnya jualan es di Istiqlal membuatnya bercita cita mulia.
Editor: Anita K Wardhani
"Dari rasa penasaran, menjadi kecanduan," Begitu kata Jusuf.
Perlahan tapi pasti, ia mulai tertarik dan belajar tentang islam.
Sampai pada akhirnya, memutuskan untuk menjadi seorang mualaf dan bertemu dengan seorang ulama besar, Buya Hamka.
Alun Joseph, kala itu mengatakan ingin memeluk agama islam.
"Jadi disuruh baca dua kalimat syahadat, yaudah saya jadi muslim. Pelan tapi pasti. Sekarang akhirnya saya punya beban, beban yang nikmat menurut saya, yaitu diminta sama Allah mengharumkan nama Islam dengan cara saya sendiri," imbuhnya.
Atas kecintaannya terhadap islam, membawa seorang Jusuf Hamka akhirnya menemui nasib baik.
Menjadi seorang pengusaha kaya raya, ia punya cita-cita untuk membangun 1000 masjid.
Cita-cita ini pun berawal dari sebuah ucapan yang tidak disengaja, dan akhirnya menjadi sebuah doa.
"Jadi waku itu awalnya bikin 1 (masjid). Ada temen nanya emang satu doang gak mau lebih? Mau sih lebih, ya bikin 1000 lah. Disentil mulutnya sama Allah. Ya Insha Allah 1000 masjid. Ya gapapa, kasih wasiat buat anak-anak bikin masjid aja deh," kata Jusuf.
"Dulu saya dagang di Istiqlal, ditolong orang. makanya sekarang saya kembalikan lagi (kebaikan)," tuturnya.
Jusuf sadar, bahwa 1000 itu bukanlah jumlah yang sedikit.
Apalagi, untuk dikerjakan dalam waktu dekat di usianya yang sudah mulai lanjut.
Akan tetapi, meski terdengar sangat sulit mengerjakan 1000 masjid, namun Jusuf tetap menyerahkan semuanya kepada yang maha kuasa.
Menurutnya, pembangunan Masjid ini sebagai salah satu upayanya dalam menyebarkan islam lewat kebaikan dengan caranya sendiri.