RML: Jangan Ada Fitnah di Antara Kita
Bupati Minahasa Selatan, Ramoy Markus Luntungan (RML) menanggapi santai namanya diplesetkan dalam rekaman kontroversial yang kini beredar luas di Sulawesi Utara.
Editor:
Anton
Dalam rekaman yang beredar, bakal calon gubernur itu diplesetkan dengan sebutan 'Ramoy Mati Langkah'. Namun RML tak mau mempersoalakannya.
"Kalau ada yang menjelek-jelekan RML, serahkan saja pada rakyat dan Tuhan yang Maha Tahu. Lebih ditekan, saya justru merasa semakin mengembang. Saya sudah berdoa agar Tuhan mengampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat," ucap RML, Jumat (30/4/2010).
Ramoy menuturkan, keinginannya ikut pemilihan gubernur Sulut 2010 karena ada keinginan untuk membangun daerah. Jadi, saat ini dia berharap Pemilukada bisa berlangsung sesuai asas jujur, adil, dan transparan.
"Yah, jangan lagi ada fitnah di antara kita," katanya.
Dia mengakui saat ini kondisi politik sangat panas dan Ia berharap semua pihak bersikap bijaksana.
"Tidak usah mendiskreditkan satu dengan yang lain mari kita laksanakan pesta demokrasi dengan sikap bertanggungjawab selama masih ada kesempatan untuk memerbaiki, mari kita lakukan," sarannya. (*)