Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Walhi Minta Kapolres Kuansing dicopot

Te

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira
Laporan wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terbunuhnya dua orang petani dalam bentrokan di Kuantan-Singgigi (Kuansig), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta Kapolres Kuansig, AKBP R.A Kasenda dicopot dari jabatannya. Hal tersebut dikarenakan Kapolres dianggap telah lalai dalam mengayomi masyarakat.

"Kami meminta Kapolri dengan atas nama kemanusiaan agar mencopot kapolres Kuantan-Senggigi dari jabatannya, selaku pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini," tutur Deputi Walhi, Erwin Usman,  Rabu (9/6/2010).

Tahun ini di Sumatera sudah ada empat orang petani Kelapa Sawit yang tewas. Dua dari Riau, dan dua dari Lampung Barat, serta dua puluh tujuh yang hingga kini masih ditahan.

Kapolres Kuansing, AKBP R.A Kasenda mengatakan pihaknya merasa disudutkan terkait insiden berdarah yang menyebabkan jatuh korban jiwa pada insiden tersebut.

Menurut Kasenda, sejak Minggu (9/5/2010) lalu warga sudah bersikap anarkis. Kemarin pagi, ketika akan dilakukan penangkapan terhadap salah seorang pelaku kekerasan, tiba-tiba warga emosi dan menyerang petugas dengan parang serta dilempari batu.

Petugas yang merasa terancam melakukan tembakan peringatan beberapa kali ke udara, namun tembakan peringatan itu tidak diindahkan. Dan warga terus melawan serta melempari petugas.
Berkat kesigapan anggota tambah Kasenda kerusuhan berhasil diredam dan selanjutnya dilakukan mediasi.

"Jadi belum tentu korban yang tewas itu karena polisi yang menembak. Dan kami sudah mengambil visum kedua korban. Walapun begitu kasus ini masih kami selidiki," ucapnya

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih jauh Kasenda menambahkan, saat ini pihaknya telah mengamankan 11 orang warga yang diduga provokator, walaupun belum ada satupun yang berstatus tersangka. (Tribunnews/Nurmulia Rekso P).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas