Tribunnews.com Turut Berduka Cita
SEGENAP karyawan Tribunnews.com mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya wartawan Kompas Muhammad Syaifullah
Penulis:
Prawira
"Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan tegar. Dunia jurnalisme Indonesia kehilangan satu sosok jurnalis yang cerdas, idealis dan kritis," ungkap Pimpinan Redaksi Tribunnews.com, Febby Mahendra Putra, Senin (26/7/2010).
Syaifullah dikenal dekat dengan sejumlah wartawan grup Tribunnews.com yang ada di Pulau Kalimantan seperti dari Banjarmasin Post, Tribun Kaltim dan Tribun Pontianak. "Almarhum juga sering memberikan bimbingan terhadap wartawan kami di daerah khususnya memberikan ilmu teknik reportase tentang tambang batubara," ungkap Febby lagi.
Anita Kusuma Wardani, wartawan Banjarmasin Post punya kesan yang mendalam terhadap almarhum. "Ikam neh ada berita apa? yang seru pang (Kamu ada berita apa? yang seru dong)," kata Anita mengulang pertanyaan almarhum yang sering didengarnya. "Bang Ful tak segan meberikan ilmunya ke saya, dan dia mendorong saya untuk tetap kritis dan konsisten dalam melakukan reportase," ungkap Anita.
Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.
Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).