Inilah Drama Pengejaran Perampok Bank CIMB Niaga Medan
Di kawasan Pondok Rowo, Sugito (39) melihat 16 orang sembunyi di ladang. Mereka menenteng 4 senjata laras panjang sembari membagi-bagikan uang.
Editor:
Anwar Sadat Guna
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Seorang warga Langkat dicurigai terlibat dalam aksi perampokan di Bank CIMB Niaga, Jalan Aksara Medan, Rabu (18/8/2010). Hal itu diketahui setelah polisi menyisir dua lokasi yang diduga kuat tempat pelarian 16 perampok setelah melakukan aksinya.
Sumber Tribun Medan yang ikut dalam upaya pengejaran itu mengatakan, dua tempat yang disisir polisi itu adalah kawasan Pondok Rowo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, dan satu kawasan di Langkat.
Dari dua tempat ini, polisi menemukan beberapa fakta yang dianggap bisa mengungkap kasus perampokan yang menewaskan seorang anggota Brimob Polda Sumut itu.
Berdasarkan keterangan warga di satu kawasan Langkat, ada seorang warga di situ yang dicurigai terlibat.
Hingga Jumat (20/8/2010), tim dari Polda Sumut masih mengumpulkan keterangan sebanyak mungkin dari warga sekitar. Sebab, menurut warga, ada seorang warga di situ yang tidak berada di rumahnya saat aksi perampokan terjadi.
Dia dijemput seorang pria berambut cepak yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio berwarna putih.
Sekadar diketahui, dari foto-foto aksi perampokan, terlihat jelas ada dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna putih. “Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan warga,” ungkap sumber.
Sebelumnya, Kamis (19/8/2010) siang, polisi juga telah menyisir kawasan Pondok Rowo, Desa Laudendang, Percut Sei Tuan, Deliserdang. Pondok Rowo dicurigai, sesaat setelah melakukan aksinya, para perampok lari ke kawasan ini.
Indikasi tersebut semakin kuat setelah seorang warga bernama Sugito (39) mengatakan, melihat 16 orang datang ke satu kawasan ladang garapan di Pondok Rowo. Mereka menenteng empat pucuk senjata laras panjang dan dua jenis pistol.
Saat itu pula, Sugito melihat dari jarak sekitar 100 meter, para pelaku membagi-bagi uang yang dikeluarkan dari dalam karung.
Setelah itu, 3 orang pelaku kemudian meninggalkan lokasi dengan menaiki mobil kijang kapsul warna biru yang sudah standy di lokasi tersebut. Sementara 13 orang lainnya pergi menaiki sepeda motor yang mereka bawa dari lokasi perampokan, yaitu berjenis Yamaha Mio dan Jupiter Z.
Namun, secara resmi pihak kepolisian masih tertutup terkait upaya pengejaran ini. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Medan, Kompol Jukiman Situmorang, hanya mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi. "Kasus ini dilimpahkan ke Polda Sumut. Tapi berbagai pihak tetap dilibatkan," katanya.
Hubungi 0819888987
Untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku perampokan, Polda Sumut telah membentuk tim khusus yang langsung diketuai oleh Direktur Reskrim Polda Sumut, Kombes Pol Agus Andrianto.
“Tim khusus itu dipusatkan di Polresta Medan dengan melibatkan tim dari Jatanras Polresta, dan Brimob Polda Sumut,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharuddin Djafar, kepada Tribun Medan, Kamis (19/8/2010).
Tim khusus tersebut berjumlah 35 orang yang dibentuk sampai ke tingkat desa. Baharuddin pun mengimbau, apabila masyarakat mencurigai seseorang, agar menghubungi nomor 0819888987. Ini nomor posko tim khusus yang ditempatkan di Polresta Medan. (*)