Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Penderita TBC di Kabupaten Muba Naik 40 Persen

Penderita tuberculosis (TBC) di Kabupaten Muba, Sumatera Selatan, naik 40 persen pada tahun 2009 lalu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Achmad Naafi

TRIBUNNEWS.COM, SEKAYU - Penderita tuberculosis (TBC) di Kabupaten Muba, Sumatera Selatan, naik 40 persen pada tahun 2009 lalu.

Data yang dihimpun di Dinas Kesehatan Muba, Sumsel, jumlah pengidap TBC di Muba tahun 2009 sebanyak 477 kasus. Sedangkan tahun 2008 lalu hanya 250 kasus. Penyakit TBC ini terbagi menjadi dua tipe, yakni penyakit TB BTA positif dan TBC sangat menular.

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr H Taufik Rusydi, Senin (30/8/2010) mengatakan, penyakit TB tipe BTA+ ini mampu menulari sepuluh sampai lima belas orang dalam lingkungannya. Ia merinci pada tahun 2008, kasus penyakit TB tipe BTA+ ini berjumlah 150 yang meningkat menjadi 200 kasus TB BTA+ pada tahun 2009. Sedangkan untuk penyakit TB segala tipe tercatat sebanyak 100 kasus di tahun 2008 dan meningkat jadi 277 kasus di tahun 2009.

"Penyakit ini menular langsung disebabkan kuman TB-Mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang paru-paru, juga dapat merambat pada organ tubuh lainnya seperti jaringan tulang, otak, kelenjar dan lainnya," kata Taufik.

Seseorang divonis mengidap TBC bila dalam dahaknya ditemukan kuman TBC. Menurut Taufik menularnya TBC dapat melalui kontak fisik dengan pengidap, setelah kuman TBC masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, kuman dapat menetap di paru dan berkembang biak. Keadaan yang paling memudahkan penularan TBC antara lain tinggal bersama pasien TBC menular dalam waktu lama.

Sementara Dirut RSUD Sekayu, dr H Azmi Dariusmansyah mengatakan, sejauh ini kasus TBC yang ada di Muba dan masyarakat yang berobat di RSUD Sekayu masih minim.

"Kami berusaha dengan maksimal untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang mengatasi dan mengobati penyakit tersebut," ujarnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas