Mayat Perampok Diotopsi di RS Bhayangkara Medan
Penjagaan ketat diberlakukan sejak Minggu, anggota teroris yang juga terduga perampokan Bank CIMB Niaga Medan disergap Densus 88.
Editor:
Harismanto
Puluhan wartawan tampak menunggu di halaman rumah sakit untuk menunggu hasil otopsi yang dilakukan tertutup oleh Tim Laboratorium Forensik Cabang Medan terhadap tiga mayat yang sudah berada disana sejak Senin dinihari.
Pelaksanaan otopsi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dilakukan ahli forensik, Prof Amar Singh. Ketiganya mayat itu merupakan tersangka yang tewas dalam penggerebekan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di dua lokasi terpisah di wilayah hukum Polda Sumut, Minggu (19/9/2010) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Operasi penggerebekan dilakukan di waktu yang hampir bersamaan.
Kepala Rumkit Bhayangkara Polda Sumut Kombes Pol Hasrat Ginting, tidak bersedia berkomentar banyak terkait proses otopsi, termasuk bagian tubuh mana yang tertembus peluru petugas. "Tim forensik sedang melakukan otopsi dan masih dikerjakan. Saya belum mendapat laporan," kata Ginting singkat sambil berlalu.
Sebelumnya, pihak kepolisian berhasil menangkap tujuh pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Medan yang tiga di antaranya tewas tertembak dan empat mengalami luka-luka dalam penggerebekan di Belawan dan Tanjung Balai, Sumut, Minggu (19/9/2010) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Peristiwa perampokan itu terjadi pada 18 Agustus 2010 di kantor cabang pembantu Bank CIMB Niaga di Jalan Aksara Medan yang menewaskan personel Satuan Brimob Polda Sumut Briptu Immanuel Simanjuntak. Selain itu, kelompok perampok yang diperkirakan berjumlah 16 orang itu juga menembak dua anggota satpam Bank CIMB Niaga, M Fahmi (28) dan Muchdiantoro (30), yang mengalami luka serius dan dirawat intensif di RSU Permata Bunda dan RS Gleni Medan.
Dalam aksi yang dilakukan dengan menggunakan senjata api dan pistol itu, kawanan perampok itu berhasil membawa uang Bank CIMB Niaga Medan sekitar Rp 400 juta. (*)