Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Keluarga Korban Deadline Polisi 2X24 Jam

Situasi Tarakan hingga saat ini masih mencekam. Warga yang bermukim di sekitar lokasi terjadinya pertikaian antarkelompok di kota....

Editor: Anwar Sadat Guna
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN
- Situasi Tarakan hingga saat ini masih mencekam. Warga yang bermukim di sekitar lokasi terjadinya pertikaian antarkelompok di kota tersebut tak berani keluar rumah.

Sejauh ini, aparat kepolisian dari Brimob Polda Kaltim dan Polresta Tarakan masih berjaga-jaga untuk menghindari meluasnya perang yang melibatkan dua suku tersebut.

Dari pantauan Tribun, ratusan warga yang bermukim di kawasan Juwata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kalimantan Timur, masih berkerumun di sejumlah titik maupun lokasi.

Mereka sejak pagi hingga siang tadi berada di rumah Abdullah (45), seorang tokoh masyarakat yang tewas diserang sekelompok pemuda di rumahnya pada Minggu (26/9/2010) sekitar pukul 23.00 WIB.

Siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah Abdullah dimakamkan, diantar keluarga dan seluruh kerabatnya. Bahkan, ratusan warga Juwata Permai yang ikut mengantar jenazah ke pemakaman terlihat membawa senjata tajam berupa golok, tombak, bahkan di antaranya membawa senjata sejenis badik.

Mereka tampaknya masih menyimpan amarah atas pertikaian yang menewaskan warga mereka, Abdullah. Bahkan, kerabat korban mendesak polisi agar segera menangkap pelaku dalam waktu 2X24 jam.

"Kami mendesak polisi agar pelaku pembunuhan segera ditangkap dalam waktu 2X24 jam, jika tidak, kami sendiri yang akan bertindak," ungkap seorang kerabat korban yang enggan disebutkan identitasnya.

Sementara itu, siang hingga sore tadi, tokoh masyarakat dari kedua kelompok dipertemukan untuk menyelesaikan pertikaian yang terjadi. Hingga saat ini, belum diketahui hasil pertemuan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari informasi yang dihimpun Tribun, konflik yang melibatkan dua kelompok tersebut sudah yang keenam kalinya terjadi di Tarakan.                

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas