Situasi Tarakan Kian Mencekam
Situasi di Tarakan kian mencekam. Bertambahnya jumlah korban tewas akibat konflik antarkelompok warga di kota tersebut membuat warga...
Editor:
Anwar Sadat Guna
TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Situasi di Tarakan kian mencekam. Bertambahnya jumlah korban tewas akibat konflik antarkelompok warga di kota tersebut membuat warga panik dan ketakutan. Hingga saat ini sudah ribuan warga mengungsi ke markas Polresta tarakan dan markas Yonif 613 Raja Alam.
Dari pantauan Tribun, eksodus warga masih berlangsung hingga saat ini. Tampak sejumlah kendaraan maupun truk-truk milik Brimob Polda Kaltim mengangkut para pengungsi menuju lokasi yang aman.
Mereka turut dikawal pasukan Yonif 613 Raja Alam ketika menaiki truk-truk yang sudah disiagakan sejak pagi tadi.
Ribuan warga mengungsi ke markas Polresta Tarakan dan markas Yonif 613 Raja Alam karena menganggap dua lokasi ini paling aman. Ribuan warga yang mengungsi ini berasal dari sejumlah wilayah di antaranya, Mamburungan, Selumit, Jumawa Permai, termasuk wilayah sekitar Grand Tarakan Mall, Jalan Gajahmada, dan Jl Yos Sudarso.
Menyusul bentrok yang kembali terjadi pada Selasa (28/9/2010) pukul 22.00 malam tadi dan menewaskan seorang warga, sejak pagi hingga siang ini aktivitas bisnis lumpuh total. Seluruh toko, swalayan, dan mall tutup.
Demikian halnya sekolah, kampus, dan kantor-kantor pemerintah maupun swasta tutup. Menurut laporan wartawan Tribun Kaltim, Junasih, langsung dari Tarakan, bahwa seluruh pegawai negeri sipil maupun swasta di Tarakan saat ini diliburkan.
Belum diketahui sampai kapan kantor pemerintah maupun swasta, sekolah, dan kampus kembali dibuka mengingat situasi di Tarakan saat ini belum sepenuhnya kondusif.
Siang ini, Kapolda Kaltim Irjen Pol Mathius Salempang, Gubernur Kaltim Awang Farouk dijadwalkan tiba di Tarakan untuk memantau kondisi terakhir kota tersebut.