Walikota Tarakan: Semua Biaya Korban Bentrokan Ditanggung Pemerintah
Senin (11/10/2010) Walikota Tarakan, Udin Hianggio memastikan, biaya rumah sakit korban bentrokan antara kelompok di Tarakan
Editor:
Tjatur Wisanggeni
TARAKAN, TRIBUNNEWS.COM -- Senin (11/10/2010) Walikota Tarakan, Udin Hianggio memastikan, biaya rumah sakit korban bentrokan antara kelompok di Tarakan seluruhnya menjadi tanggungan pemerintah.
Meskipun secara khusus pemerintah belum mengalokasikan anggaran untuk itu, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.
"Sampai saat ini tagihannya belum datang semua. Yang sudah pasti dari Rumah Sakit Angkatan Laut mencapai Rp 40 juta," ujarnya. Saat bentrokan terjadi, terdapat lima korban tewas sementara luka-luka mencapai sembilan orang. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit seperti RSUD Tarakan, RS Angkatan Laut dan RS Pertamedika.
Saat ini satu korban yang mengalami luka parah masih menjalani perawatan di Balikpapan. Kepala Dinas Kesehatan Tarakan dr Khairul mengatakan, sesuai dengan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Pemkot Tarakan, korban yang dirawat di rumah sakit pemerintah biayanya menjadi tanggungjawab Pemprov Kaltim.
Sementara di rumah sakit lainnya menjadi tanggungjawab Pemkot Tarakan. "Untuk pembayarannya akan diambilkan dari dana bencana," ujarnya. (*)