Hari ini Syaukani Pergi ke Singapura
Mantan Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais rencananya akan terbang ke Singapura, Kamis (18/11/2010) hari ini untuk berobat
Editor:
Tjatur Wisanggeni
TENGGARONG, TRIBUNNEWS.COM -- Mantan Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais rencananya akan terbang ke Singapura, Kamis (18/11/2010) hari ini untuk berobat. Untuk itu, Bupati Kukar Rita Widyasari yang juga putri kedua Syaukani meminta doa warga Kukar.
Rita juga meminta doa kepada ribuan jemaah saat Shalat Idul Adha di Tenggarong, Rabu (17/11/2010) kemarin untuk kesembuhan ayahnya yang menderita stroke sejak ditetapkan sebagai terpidana kasus korupsi oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) beberapa tahun silam. Seperti diketahui, Syaukani mendapatkan grasi dari pemerintahan Presiden SBY karena kondisi kesehatan yang memburuk.
Kemarin, Syaukani juga terlihat di antara jemaah. Mengenakan baju muslim putih dan kopiah haji putih, Syaukani duduk diatas kursi roda di shaf terdepan, seperti saat mengikuti Salat Idul Fitri 1431 H beberapa bulan lalu. Usai Salat, Syaukani dikerumuni warga untuk bersalaman. Tampak istri Syaukani Hj Dayang Kartini dan Rita mendampingi usai bersalaman dan mencium pipi Syaukani.
Salah satu tim dokter RS AM Parikesit Dr Christofel Korah Tooy, SpPD FINASIM yang merawat Syaukani mengatakan, kondisi kesehatan Syaukani mulai membaik. Namun, tidak berarti sembuh. Selama dirawat tim dokter gabungan dari RS AM Parikesit dan RSUD AW Syahranie di ruang perawatan Rumah Jabatan Bupati, Pendopo Odah Etam Tenggarong, Syaukani mulai belajar duduk dan berdiri.
Perkembangan yang berarti adalah, Syaukani sudah bisa duduk dalam jangka waktu yang tidak lama. Syaukani secara psikologi juga lebih baik karena berada dekat dengan keluarga dan kampung halaman. Salah satu indikator yang terlihat dari berat badan Syaukani.
"Pak Syaukani terlihat gemuk selama dirawat di Tenggarong. Kalau berat badan pastinya kami belum cek. Tapi, beliau kelihatan lebih segar karena dorongan dan motivasi dari keluarga dan kerabat selama dirawat di Tenggarong," katanya.
Pada prinsipnya, pengobatan yang akan dilalui Syaukani di RS Mount Elizabeth Singapura tidak jauh berbeda dengan apa yang selama ini dilakukan tim dokter. Dr Chris mengatakan, fisioterapi dan neurologi yang diterapkan tim dokter yang merawat Syaukani di Tenggarong sudah sesuai dengan standar kebutuhan penyakit yang diderita.
"Kalau untuk melatih otot tetap dilakukan agar tidak kaku. Yang sebenarnya menjadi perhatian lebih kita adalah masalah mata. Beliau sampai saat ini masih belum bisa melihat," katanya.
Berapa lama Syaukani dirawat di Singapura, Dr Chris tidak bisa memberikan prediksi karena sepenuhnya menjadi tanggungjawab dokter yang merawat di RS Mount Elizabeth. Dr Chris juga berharap do'a dari seluruh warga Kalimantan Timur untuk kesembuhan mantan Ketua Umum DPD Golkar Kaltim itu. "Kita berharap ada mukjizat dari Tuhan. Beliau bisa diberikan jalan agar cepat sembuh. Sebagai tokoh Kaltim, tentunya beliau butuh do'a dari seluruh warga Kaltim," katanya.
Sebelumnya, Rita Widyasari sempat menantang aktivis anti korupsi di Indonesia untuk memeriksa kondisi kesehatan ayahnya untuk menjawab keraguan alasan grasi yang diberikan Presiden SBY. Syaukani diisukan tidak benar-benar sakit. Rita menunggu sebelum ayahnya diboyong ke Singapura. Namun hingga kemarin, belum ada satupun tim dokter yang meladeni tantangan Rita.
Syaukani rencananya akan meninggalkan Tenggarong sekitar pukul 13.00 wita menggunakan ambulans RS AM Parikesit. Keluarga akan mendampingi Syaukani menuju Bandara Juanda Samarinda. Syaukani akan terbang menggunakan Susi Air dari Bandara Juanda ke Bandara Internasional Balikpapan. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Singapura menggunakan maskapai Silk Air.
Menurut informasi, keluarga membeli 12 tiket pesawat, masing-masing untuk istrinya dan putri sulungnya Selvi Agustina. Dua dokter dan Dua perawat yang akan mendampingi sampai ke RS Mount Elizabeth Singapura. RS Mount Elizabeth sudah menyiapkan ruangan yang sebelumnya sudah dipesan pihak keluarga. (*)