Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Shelter Dibangun di Desa-desa yang Hancur

Shelter pengungsi akan segera dibangun bagi pengungsi di lima desa di Cangkringan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira
Laporan wartawan Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Shelter pengungsi akan segera dibangun bagi pengungsi di lima desa di Cangkringan. Rumah hunian sementara ini nantinya akan ditempati 2.421 warga yang sudah tidak punya rumah, dan masih bertahan di barak pengungsian.

Demikian disampaikan Bupati Sleman Drs Sri Purnomo Msi kepada wartawan saat menggelar pertemuan pers, Jumat (19/11/2010). Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan lahannya di lima desa yakni Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo, Desa Argomulyo, Desa Wukirsari dan Desa Glagaharjo.

“Shelter itu intinya sudah siap, tinggal dilakukan pematangan lahan, dan kemudian action,” jelas Sri Purnomo.

Lokasinya berada di wilayah masing-masing untuk Desa Umbulharjo di Dusun Ploso kerep di lahan seluas  3 hektar. Desa Kepuharjo letaknya di sebelah selatan Dusun Pagerjurang dengan luas lahan 11 hektar, lalu di Desa  Argomulyo shelter dibangun di Dusun Kowang, yang juga merupakan Tanah Kas Desa  (TKD) di persawahan, dan di Desa Wukirsari terletak di Dusun Gondang, berupa tanah tegalan. Dan terakhir untuk desa Glagaharjo akan dibangun di Dusun Banjarsari di lahan seluas 8 hektar.

“Kami sedang membuat site plan, dengan bangunan berukuran 4x7 meter. Nantinya  satu shelter akan ditempati untuk satu keluarga,” papar Sri Purnomo.

Selain rumah shelter, nantinya di setiap desa akan dibangun shelter untuk ternak, dan perikanan. Sehingga masyarakat yang sudah tinggal di shelter bisa mengembangkan aktivitasnya dan perekomiannya tidak mati.

“Pengungsi yang tinggal di shelter itu akan jangka panjang bisa mencapai 6 bulan sampai 1 tahun,” jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk pembangunan shelter tersebut, lanjutnya, Bupati masih harus berkoordinasi dengan Provinsi dan juga bantuan dari organisasi non pemerintah. Nantinya, mereka yang sudah tidak berada di barak pengungsian akan pulang ke tempatnya masing-masing dan menempati shelter tersebut.

Menurut dia, shelter dinilai lebih praktis ketimbang harus relokasi. Sebab kalau relokasi harus memikirkan jangka panjang. Dan harus mengurus status lahan milik pengungsi. “Untuk relokasi masih kita pikirkan, karena shelter ini hanya hunian sementara saja dan bukan permanen,” tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas