Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasangan Mesum Ditelanjangi dan Diarak Keliling Kampung

Warga yang geram telah menelanjangi dan mengarak keliling kampung setelah pasangan selingkuh mereka gerebek di Pasuruan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tjatur Wisanggeni

PASURUAN, TRIBUNNEWS.COM -- Warga yang geram telah menelanjangi dan mengarak keliling kampung setelah pasangan selingkuh mereka gerebek di Pasuruan Jawa Timur.

Pasangan  If (30) dan Bm (45), warga Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Senin (22/11) malam. Saat bercinta, mereka digerebek warga setempat. Tak hanya itu, mereka diarak beramai-ramai sambil diborgol dan ditelanjangi.

Perselingkuhan mereka sudah dicium warga sejak sebulan lalu. Saat itu, If yang sudah bersuami dan beranak dua itu memasukkan pria lain ke rumahnya. Warga menggerebek dan membawa mereka ke pengurus RT, namun mereka dilepas kembali.

Senin (23/11/2010) malam adalah puncak kegeraman warga. Saat If dan Bm bermesraan di rumah If, warga kembali menggerebeknya. Warga meminta pasangan itu keluar rumah dan mereka mengaraknya beramai-ramai.

“Awalnya si pria saja yang tidak boleh berpakaian, sedangkan If masih mengenakan daster. Tapi, di tengah jalan, warga menyobek daster If hingga perempuan ini telanjang,” terang Betty, warga setempat.

Pasangan ini tak berdaya saat dipermalukan di muka umum. Pasalnya, tangan If dan Bm sama-sama diborgol di belakang badan. Mereka hanya bisa meneteskan air mata.

Warga mengarak pasangan itu hingga sejauh sekitar satu kilometer, mulai dari kampung menuju bagian belakang Pasar Gadingrejo dan berputar kembali ke kampung. Puas melampiaskan amarah, warga menyerahkan mereka ke ketua RT.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada warga yang sempat memukul pasangan yang dianggap mencemarkan nama baik kampung itu. “Untungnya waktu itu polisi cepat datang ke sini. Mungkin ada yang menelepon ya. Polisi langsung membawa keduanya,” imbuh Betty.

Kasat Reskrim AKP Ponasit, mewakili Kapolres AKBP Agung Yudha, menyatakan, “Masih kami periksa. Kami belum bisa memberi penjelasan. Ada tinjauan beberapa pasal hukum terkait peristiwa ini. Nanti hasilnya akan kami sampaikan kepada wartawan,” tandas AKP Ponasit. (surya)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas