Bocah Kelas V SD Ikut Mandikan Kyai Slamet
Diantara sembilan abdi dalem yang bertugas memandikan Kyai Slamet, tampak seorang bocah kelas V SD ikut sibuk.
Editor:
Iswidodo
Meski ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding Kyai Slamet, namun Ichsan terlihat terampil. Dari raut wajahnya, Ichsan juga tidak menunjukkan ekspresi takut.
Sambil sesekali membenarkan posisi kacamatanya, tangan Ichsan terus saja mengusap tubuh kerbau menggunakan kain. Seluruh tubuh Kyai Slamet, mulai dari ekor, punggung, kaki dan juga kepala dibersihkan dengan menggunakan kain. Sambil tertawa, Ichsan juga berulangkali mengusap tanduk Kyai Slamet.
Rupanya, Ichsan adalah anak dari salah satu abdi dalem yang bertugas memandikan Kyai Slamet, Selasa (7/12) sebelum dikirab memgelilingi Keraton Solo. “Sejak kecil dia suka dengan binatang, mulai dari ayam, kelinci, kucing maupun anjing,” kata Iswan Tri W, abdi dalem yang merupakan orangtua dari Ichsan.
Menurut warga Jebres Surakarta ini, Ichwan sudah akrab dengan Kyai Slamet. Setiap minggu, Ichsan selalu minta agar diantar melihat Kyai Slamet. Penggembala Kyai Slamet juga sudah akrab dengan Ichsan, sehingga ketika bocah berkacamata ini memint aijin untuk ikut memandikan langsung diijinkan. Apalagi, Iwan orangtua Ichsan adalah abdi dalem yang berstatus sebagai anggota polisi.
“Saya sudah meminta ijin penggembala Kyai Slamet agar anak saya diijinkan untuk ikut memandikan Kyai Slamet,” kata Iwan.
Saat dimandikan, Kyai Slamet ditempatkan disebuah kandang yang ukurannya kira-kira setengah lapangan futsal. Kandang tersebut terbuat dari balok kayu yang dipasang melintang sebagai pembatas agar kerbau tak keluar.
Saat memandikan Kyai Slamet bersama Sembilan abdi, Ichsan tampak basah kuyup. Sesekali cipratan air bercampur lumpur dan kotoran kerbau mengenai koas hitam Ichsan. “Kotor tidak masalah yang penting saya senang. Ini pertama kalinya saya ikut memandikan Kyai Slamet,” kata Ichsan.
Usai dimadikan, kerbau-kerbau itu lalu dipindahkan ke kandang lain di luar keraton. Kandang itu berjarak sekitar 200 meter dari kandang di alun-alun kidul, tepatnya di Desa Kandang Kebo. “Kerbau ini akan ditempatkan di sini sampai tengah malam. Lalu akan dibawa ke keraton untuk diarak keliling di malam 1 Suro,” kata Iwan. (*)
Baca tanpa iklan