Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demonstran Tolak SBY ke Tanah Batak

"Kami akan terus melakukan perlawanan. Horas, horas, horas adalah pemersatu bangsa Batak. Kami akan terus melakukan perlawanan," teriaknya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dahlan Dahi
Laporan Wartawan Tribun Medan, Irwansyah Putra Nasution

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Persatuan Muda Mudi Batak (PMMB) Sumatera Utara (Sumut) menolak tegas pemberian gelar Raja Batak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Massa juga menolak kehadiran SBY di Tanah Batak.

Hal itu disuarakan para aktivis PMBB ketika menggelar unjuk rasa di Medan, Senin (17/01/2011). Presiden SBY rencana ke Balige, sekitar delapan jam perjalanan darat dari Medan, antara lain, untuk meresmikan Musem Batak dan menerima gelar adat Raja Batak.

Kordinator Aksi Batler Fernando Situmorang, dalam orasinya mengatakan, TB Silalahi tidak layak menjadi orang batak karena telah melakukan eksploitasi terhadap adat batak.

TB Silalahi, mantan pejabat tinggi pemerintah, diduga berada di balik pemberian gelar Raja Batak itu, namun sejauh ini, Silalahi belum memberikan konfirmasi.

Batler menilai, pemberian gelar raja kepada SBY dilakukan elite politik untuk mencari keuntungan semata tanpa memperhatikan perasaan rakyat Batak.

Dalam orasinya, Batler mengatakan, pihaknya menolak kedatangan SBY ke Tanah Batak. Juga menolak pemberian gelar Raja Batak kepada SBY karena Presiden RI ini dianggap tidak pernah memberikan jasa bantuan kepada bangsa Batak.

"Jangan karena presiden dan punya kekuasaan (lalu) bisa melanggar dan menabrak adat istiadat di Tanah Batak," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami akan terus melakukan perlawanan. Horas, horas, horas adalah pemersatu bangsa Batak. Kami akan terus melakukan perlawanan," teriaknya.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas