Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

FMIPA UGM Siap Ganti Rugi Lahan Crop Circle

Apabila terbukti salah satu mahasiswa FMIPA UGM yang melakukannya, fakultas mempertimbangkan akan mengganti kerugian yang diakibatkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
Memuat video…

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Chairil Anwar menilai, tapak melingkar atau crop circle di Bantul dan Sleman DI Yogyakarta merupakan hasil pekerjaan intelektual. Pekerjaan ini membutuhkan pemikiran yang menggabungkan ilmu dan seni. Ini mirip dengan karya instalasi yang banyak dibuat seniman dewasa ini, katanya di Yogyakarta, Rabu (26/1/2011).

Oleh karena itu, kata Chairil, andaikata tapak melingkar tersebut benar-benar dibuat oleh mahasiswa FMIPA UGM, mahasiswa bersangkutan akan diberi apresiasi karena mampu menerapkan ilmu murni Matematika dengan bidang seni. Fenomena yang banyak dikaitkan dengan unidentified flying object (UFO) itu juga memunculkan ide untuk mengkombinasikan ilmu-ilmu Matematika dengan bidang seni.

Chairil menuturkan, pihak FMIPA UGM telah melakukan pelacakan benar tidaknya kabar bahwa salah satu mahasiswa FMIPA UGM terlibat dalam pembuatan tapak melingkar tersebut. Hal ini terkait tersiarnya kabar pembuat tapak melingkar adalah mahasiswa FMIPA UGM angkatan 2008 seperti termuat dalam sebuh situs blog.

"Kami sudah memeriksa 28 mahasiswa terkait hal ini, tapi belum menemukan kebenaran kabar itu," ucap Chairil.

Menurut Chairil, pembuatan tapak tak bisa dinilai perbuatan yang salah di persawahan sebab tidak dimaksudkan melukai siapapun. Kerugian hanya terdapat pada penggunaan sawah yang menjadi sumber pendapatan pemiliknya.

Apabila terbukti salah satu mahasiswa FMIPA UGM yang melakukannya, kata Chairil, pihak fakultas mempertimbangkan akan mengganti kerugian yang diakibatkan.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas