Arief Ditangkap Usai Evakuasi Bangkai Sapi Akibat Merapi
Arief Johar Cahyadi Permana (24) ditangkap Polres Sleman saat hendak ke kampus setelah mengevakuasi sapi korban merapi
Editor:
Yulis Sulistyawan
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Arief Johar Cahyadi Permana (24), terdakwa kepemilikan senjata tajam menceritakan kepada kisah singkatnya selama menjadi anggota relawan SAR DIY. Arief bergabung dengan tim SAR untuk Posko di Klaten pada awal November 2010.
"Waktu itu karena pengin saja, juga diajak teman," kata Arief saat ditemui Tribun Yogya (grup Tribunnews) pada jam besuk Lapas Cebongan, Sleman, Rabu, (02/02/2011).
Sehari-hari Arief menikmati tugasnya sebagai relawan. Selama menjadi relawan Arief sempat mengevakuasi dua mayat warga asal Klaten.
Selain mengevakuasi mayat, tugasnya adalah memotong pohon yang menutupi jalan untuk membuka akses evakuasi ke beberapa tempat bencana. Jadi sudah menjadi keharusan Arief mempunyai pisau lipat sebagai sarana taktis.
Pada hari penangkapannya (23/11/2010), Arief tidak punya firasat apa pun. Usai membakar bangkai sapi dan memotong pohon-pohon di Balirante,Klaten selama tujuh jam, Arief kembali ke Posko untuk beristirahat sekitar pukul 14.00 WIB.
Di posko, Arief dan teman-temannya juga mengurusi bantuan-bantuan logistik dari masyarakat dan pemerintah. Malam harinya, karena harus mengikuti perkuliahan di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Arief kembali ke Yogyakarta.
Naasnya, Arief mengambil jalur Maguwoharjo melewati Jembatan Timbang yang saat itu (pukul 23.30) sedang dilangsungkan operasi razia oleh Polres Sleman. Karena masih mengantongi pisau lipat senter plus korek ukuran panjang tertutup kurang lebih 13 cm, Arief pun ikut digiring ke Polres Sleman bersama 18 orang lainnya.(*)