Keraton Solo Kirab Enam Gunungan
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar acara Grebeg Mulud untuk menyambut hari raya Maulid Nabi di Keraton Surakarta
Editor:
Yulis Sulistyawan
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar acara Grebeg Mulud untuk menyambut hari raya Maulid Nabi di Keraton Surakarta, Selasa (15/2/2011). Ritual tersebut menjadi puncak acara sekaten yang telah berlangsung kurang lebih satu bulan.
Sebanyak enam gunungan dan satu set gamelan dikirab dalam acara tahunan keraton tersebut. Terdapat dua macam gunungan, yaitu Gunungan Jaler (laki-laki) dan Gunungan Estri (perempuan). Tiap gunungan adalah sumbangan dari enam kota dan kabupaten yang ada di wilayah Keraton Surakarta atau eks Karesidenan Surakarta.
Gunungan tersebut berisi hasil alam, Gunungan Jaler berisi nasi kering dan ketan, sementara Gunungan Estri terdiri dari sayuran hijau.
Menurut seorang pejabat keraton, KRMH Satrio Hadinagoro, filosofi dari gunungan tersebut adalah keseimbangan barbagai unsur yang ada di dunia.
Gunungan Jaler menandakan Lingga, atau kehormatan laki-laki dan Gunungan Estri melambangkan Yoni, atau kehormatan perempuan. "Intinya, kalau orang ingin selamat dunia dan ahirat, mereka harus bisa menjaga lingga dan yoninya," ujarnya.
Kirab gunungan diawali dengan upacara pemberangkatan dari dalam Keraton dan dibawa menuju Masjid Agung Surakarta untuk didoakan. Usai didoakan, ribuan warga Solo dan sekitarnya berebut untuk mendapatkan isi dari gunungan tersebut.