Situasi di Pasuruan Pascabentrok Masih Mencekam
Situasi di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pascabentrok massa dan satri Pondok
Editor:
Anwar Sadat Guna
TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Situasi di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pascabentrok massa dan satri Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (Yapi), hingga saat ini masih mencekam.
Aparat kepolisian yang diterjunkan ke lokasi kejadian tampak siaga dan melakukan pengamanan ketat di sekitar kawasan Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (Yapi).
Tak kurang 1 SSK aparat dari Polda Jatim dan 1 SSK aparat Polres Pasuruan diterjunkan untuk mengamankan lokasi bentrokan yang menyebabkan enam orang terluka, dan sejumlah bagunan pesantren rusak parah.
Selain dari kepolisian, satu paleton personel TNI dari Batalyon Kavaleri (Yon Kav) VIII Pasuruan ikut diterjunkan ke lokasi bentrokan.
Pengerahan aparat keamanan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan. Hingga saat ini belum diketahui alasan penyerangan massa ke Pondok Pesantren
Pengurus Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (Yapi) di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Ustadz Mukmin mengatakan santri dan satpam setempat sempat terlibat baku hantam dengan massa tak dikenal yang menyerang pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (Yapi) tersebut.
Polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Sementara, enam korban yang mengalami luka serius di kepala masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bangil.
Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (Yapi) banyak melahirkan mubalig dari kalangan habaib. Yapi memiliki jenjang pendidikan mulai dari SMP hingga SMA. Untuk pendidikan diniah, Yapi menamakannya dengan “Hauzah” yang terdiri atas beberapa tingkatan mulai dasar hingga menengah.