Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hasil Otopsi (Alm) Aida Masih Perawan

Hasil otopsi terhadap korban pembunuhan yakni Aida Nuraini Hidayati (31) menyatakan korban masih perawan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Laporan Reporter Tribun Yogya, Putri Fitria

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Hasil otopsi terhadap korban pembunuhan yang ditemukan pada hari Valentine (14/2/2011) yakni Aida Nuraini Hidayati (31) menyatakan korban masih perawan. Hal ini disampaikan pihak keluarga Aida untuk membantah pemberitaan bahwa korban terkesan bertindak negatif karena berada di hotel.

"Hanya kepada anda (Tribun Yogya/Grup Tribunnews) saya bisa minta tolong membersihkan nama baik keluarga saya," ujar Luqman Syarifuddin, adik kandung Aida dengan nada lirih, Kamis (17/2/2011).

Menurut Luqman, hasil otopsi tim dokter RSUP DrSardjito menyatakan, Aida masih perawan karena tidak ada tanda-tanda robeknya selaput dara. Korban juga dinyatakan tidak hamil.

Aida juga dinyatakan telah meninggal dunia pada Minggu (13/2/2011) sekitar pukul 04.30 WIB. “Ini jelas, yang memperpanjang sewa kamar adalah Raffi (Daris), bukan kakak saya (Aida),” kata Luqman .

Menurut Lukman, keluarganya sangat terpukul dengan pemberitaan beberapa media yang berasumsi negatif akan dugaan kematian Aida. "Hari Selasa (15/2/2011) kemarin keluarga kami baca tiga koran. Berita utamanya itu semua, tapi dugaan-dugaannya tidak mengenakkan," kata Lukman.

Lukman juga mengaku, keluarganya malu dan sedih karena puteri kesayangan mereka dianggap "perempuan nakal" karena berita yang dimuat di media. “Kakak saya ini korban,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Muh Daris, yang diduga sebagai pembunuh Aida, ada alasan yang tidak konsisten. Satu sisi Daris mengaku terdesak sehingga kalap dan membunuh Aida, di sisi lain, ia dengan serta merta menguasai semua harta korban, saat Aida sudah tersengal-sengal menjelang ajal.

Rekomendasi Untuk Anda

Motif perampokan juga semakin kental, ketika melihat upaya pelaku menghilangkan jejak dengan cara membuang dompet korban dan hanya mengambil uangnya. Selain itu, Daris juga berusaha mengubah warna sepeda motor yang diambil dari Aida. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas