Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Tak Rela Unggasnya Dimusnahkan

Meskipun sudah dinyatakan tertular virus H5N1 (Flu burung), warga masih belum bersedia unggasnya dimusnahkan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Zezen Zaenal M

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Meskipun sudah dinyatakan unggas di Kampung Warung, Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, positif tertular virus H5N1 (Flu burung), warga masih belum bersedia unggasnya dimusnahkan.

Warga setempat beralasan masih kaget atas pemberitahuan yang disampaikan pihak Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut, terkait kematian lebih dari 300 ekor unggas yang mati mendadak akibat tertular virus flu burung.

" Ya, warga masih kaget dan tidak percaya. Pemberitahuannya mendadak sekali, tapi akan saya upayakan dibicarakan dengan warga," ujar Ketua RW setempat, Komarudin, Minggu (20/2).

Kematian unggas tersebut, kata dia, terjadi sejak minggu lalu, namun jumlahnya masih relatif sedikit antara 10-20 ekor. Namun, tambahnya, sejak beberapa hari terakhir, kematian unggas meningkat drastis hingga mencapai lebih dari 300 ekor.

"Ya memang banyak warga warga yang tidak rela unggas mereka dimusnahkan. Apalagi jika tak ada ganti ruginya. Warga berharap ada ganti rugi dari pemerintah," kata Asep (34), salah seorang warga setempat.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas