Asyiknya Mengisi TTS Berbahasa Sunda
Unpad kembali menggelar Pasanggiri Tarucing Cakra Basa Sunda atau lomba teka-teki silang (TTS) dalam bahasa Sunda
Editor:
Harismanto
"Kalau saya, masih bisa lah menjawab pertanyaannya, meski harus berpikir juga. Tapi buat yang lain, terutama anak muda sekarang, soal-soal ini cukup sulit," ujarnya.
Menurut Faza Fauzan Azhima, Ketua Pamass, Tarucing Cakra ini dimaksudkan tidak hanya untuk melestarikan bahasa Sunda, tapi juga mengasah kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa Sunda. Sebab, kata dia, saat ini anak muda jarang sekali menggunakan bahasa Sunda dalam pergaulannya. Mereka cenderung menggunakan bahasa Indonesia.
"Padahal agar bahasa Sunda lestari, salah satu caranya harus digunakan dalam pergaulan. Dan pada kegiatan ini kami juga mengajak kembali untuk lebih sering lagi menggunakan bahasa Sunda, bahwa ternyata bahasa Sunda itu memiliki banyak kosa kata," kata Faza.
Menurut Rektor Unpad Prof Ganjar Kurnia, Pasanggiri Tarucing Cakra Basa Sunda yang digelar Unpad adalah satu-satunya lomba TTS dalam bahasa Sunda yang digelar di Indonesia, bahkan di dunia. Lomba ini juga merupakan salah satu kegiatan untuk mengingatkan kembali bahwa bahasa Sunda adalah bahasa ibu yang harus digunakan sehari-hari. "Lagi pula, kenyataannya, menurut hasil penelitian, anak yang menggunakan dwibahasa lebih cerdas," katanya. (*)