Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gubernur Sumsel Sampaikan Kebijakan Sumsel Hijau di DPR RI

Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, hari ini, menjadi pembicara di forum workshop Ruang Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Harismanto
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Husin
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG
- Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, hari ini, menjadi pembicara di forum workshop Ruang Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta. Di forum ini, Alex akan berbicara pendekatan program REDD yang dilakukan di Sumsel, seperti kebijakan hijau.

Seperti diketahui Sumsel termasuk empat provinsi yang diusulkan menjadi daerah percontohan program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi lahan. Hal ini dibenarkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumsel Ir Ahmad Najib.

Bahkan menurutnya, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang diketuai Kuntoro Mangkusubroto mengusulkan kepada Presiden agar Sumsel jadi salah satu dari empat provinsi yang menjadi percontohan program  pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi lahan (REDD+). Provinsi lain yang diusulkan sebagai percontohan adalah Aceh, Papua Barat, dan Kalimantan  Barat.

Ada pun jumlah provinsi yang kawasan hutannya disiapkan untuk REDD+ sebanyak sembilan provinsi, yaitu Riau, Aceh, Papua, Kalimantan Timur, Kalimantan  Barat, Papua Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah. ”Kita berharap agar Presiden menetapkan Sumsel sebagai salah satu provinsi percontohan,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, bila Sumsel terpilih, Sumsel akan menerima bantuan dari Pemerintah Norwegia yang akan direalisasikan tahun 2012-2014. ”Dana bantuan dari  Pemerintah Norwegia itu dibagi sembilan provinsi, tetapi yang penting Sumsel jadi provinsi percontohan,” katanya.

Ahmad melanjutkan, besarnya dana  bantuan dari Pemerintah Norwegia kepada pemerintah provinsi itu belum diketahui. Berdasarkan catatan, Pemerintah Norwegia memberikan dana sebesar 1 miliar dollar AS apabila Indonesia berhasil mengurangi emisi dalam dua tahun. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas