Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

13 Ormas Islam Terus Tekan Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan sebanyak 13 ormas Islam terus melakukan tekanan tuntaskan persoalan Ahmadiyah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Alfred Dama
Memuat video…
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan sebanyak 13 ormas Islam terus melakukan tekanan untuk menuntaskan persoalan Ahmadiyah.

Belasan ormas Islam itu diantaranya FPI, FUUI, PUI. Ia mengatakan bahwa hasil evaluasi Pergub NO 12 Tahun 2011 cukup baik. Ia mengatakan inti dari Pergub adalah berisi larangan kegiatan penyebaran perluasan ajaran, yang kedua larangan tindakan melanggar hukum.

"Permasalahan yang menjadi fokus adalah pembinaan, akses emosional sering terjadi di lapangan," ujarnya.

Heryawan mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan jelas 137 orang nama dan alamatnya jemaah ahmadiyah Jawa Barat yang kembali memeluk ajaran Islam secara benar.

Ia mengatakan total semuanya saat ini sudah mencapai 274 orang yang kembali memeluk agama Islam sejak diberlakukannya Pergub NO 12 Tahun 2011.

"Setiap hari ada saja yang kembali setelah keluar Pergub NO 12 tahun 2011 tentang Ahmadiyah," katanya di Press Room Gedung Sate, Senin (4/3/2011).

Ia mengatakan bahwa penyimpangan perlu diluruskan agar Jemaah Ahmadiyah kembali ke jalan yang benar. Tidak harus di lapangan melakukan implementasi akan tetapi berbagai cara bisa dilakukan untuk memuluskan jalannya sosialisasi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita tidak menentukan target. Karena kalau ditarget seperti membangun sarana fisik, ini soal keyakinan," katanya.

Perkembangan mereka yang kembali ke ajaran Islam berbeda-beda setiap daerahnya. Hal ini tergantung kepada dinamika masing-masing daerah.

"Kita terus melakukan evaluasi, instansi terkait, kementrian, dan berbagai elemen. Intinya tekanan bahwa pendekatan sosialisasi persuasif, tidak ada kekerasan dalam pelaksanaannya, pandangan yang harus kita lakukan adalah hubungan, untuk kembali ke jalan yang benar," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas