Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelaku Bom Cirebon Dendam Kepada Polisi

Ledakan bom bunuh diri di masjid yang berlokasi di kompleks Mapolresta Cirebon mengindikasikan adnaya pihak yang menjadikan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ledakan bom bunuh diri di masjid yang berlokasi di kompleks Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4/2011) kemarin, mengindikasikan adanya kelompok-kelompok yang menjadikan Polri ditambah semua fasilitasnya sebagai sasaran serangan.

"Saya mengutuk keras peledakan bom di Masjid Mapolresta Cirebon. Peristiwa bom bunuh diri di masjid jelas sangat menodai kesucian masjid dan penghinaan terhadap Agama Islam," ujar Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo dalam pesan singkatnya, Sabtu (16/4/2011).

Menurut Bambang, tragedi di Cirebon juga memperlihatkan pelaku serangan beraksi secara membabi buta, tidak mempedulikan lagi tempat kejadian perkara. Serangan bom bunuh diri dilakukan masjid, saat umat sedang salat.

"Kesimpulannya, pelaku tampak memiliki target. Dengan sasaran utamanya polisi. Di Cirebon, pelaku bom bunuh diri mengambil posisi berdekatan dengan Kapolres Heru Sukoco. Saya menduga, ada kelompok-kelompok yang sedang berupaya melampiaskan dendamnya kepada polisi. Karena tidak mudah melancarkan serangan mematikan kepada polisi, para pelaku memilih momentum kelonggaran dan kelengahan polisi," jelasnya.

Para pelaku lanjut Bambang juga memilih waktu Salat Jumat di Masjid.

Untuk mencegah serangan berikutnya, Bambang yakin Polri sudah tahu apa yang harus dilakukan. Namun, paling penting adalah menemukan identitas pelaku serangan dan menelusuri kelompok serta jaringannya.

"Dari situ, polisi bisa tahu lebih pasti motif serangan bom bunuh diri di kompleks Mapolresta Cirebon," tandasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas