Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demi Menjaga Sprit Teroris, Bom Cirebon Meledak

Bom bunuh diri Cirebon Kota, menurut Psikolog Universitas Indonesia Hamdi Muluk, merupakan bentuk pemanasan dalam rangka menjaga spirit teroris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Sonny Budhi Ramdhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bom bunuh diri yang terjadi di Masjid Al-Dzikro Mapolres Cirebon Kota, pada Jumat (15/4/2011) pukul 12.15 WIB, menurut Psikolog Universitas Indonesia Hamdi Muluk, merupakan bentuk pemanasan  dalam rangka menjaga spirit kelompok teroris.

“Saya menduga bom Cirebon dan bom buku sebagai pemanasan saja. Dalam teori terorisme, mereka perlu menjaga spirit dan semangatnya, bila tidak ada aksi, semangatnya bisa kendur. Mungkin itu untuk latihan dan memelihara semangat kader mereka saja,” jelas Hamdi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2011).

Biasanya para teroris ini memiliki target-target besar. Menurut Hamdi kelompok teroris menganggap bahwa pihak yang menghalang-halangi tujuannya merupakan togut .

“Polisi menjadi target pemanasan saja mereka. Polisi dianggap mereka sebagai togut, yaitu orang-orang yang menghalangi usahanya. Sehingga  mereka akan memusnahkan musuh-musuhnya,” ungkapnya

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas