Sampah Plastik Banyak di Jl Suprapto
Sedikitnya 500 warga di Kabupaten Ketapang peringati Hari Bumi, Minggu (17/4/2011) pagi, pukul 06.00-09.00 WIB.
Editor:
Alfred Dama
TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Sedikitnya 500 warga di Kabupaten Ketapang peringati Hari Bumi, Minggu (17/4/2011) pagi, pukul 06.00-09.00 WIB.
Pada hari yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran, dan apresiasi masyarakat terhadap planet Bumi kali ini, Yayasan Palung Ketapang, berserta sejumlah elemen masyarakat gelar aksi sosial di Jl Suprapto jalan utama di Ibukota Ketapang.
Diantaranya mensosialisasikan, serta mengajarkan masyarakat di sepanjang Jl Suprapto untuk mencintai Bumi, dengan memisahkan sampah basah dan kering, sampah organik dan sampah non organik.
“Kami ingin mengajarkan kepada masyarakat untuk mencintai mumi tempat mereka tinggal, dengan cara memisahkan sampah mudah busuk, dan tidak mudah busuk,” ujar Ketua Penyelenggara, Pertus Kanisius Pit kepada wartawan.
Memperingati hari bumi itu melibatkan TNI, Dinas Kebesihan, Dinas Pertamanan, Dinas Kebersihan, Dinas Pariwisata, Olahraga, dan Pemuda, Taruna Penjaga Alam, dan puluhan murid SMA di Kabupaten Ketapang.
“Kenapa kita mengajarkan mereka untuk memisahkan sampah organik, dan non organik, karena jika sampah non organik dibuang sembarangan, itu akan merusak alam. Diantaranya sampah plastik, plastik baru akan menyatu dengan tanah atau elemen lainnya memakan waktu sekitar 100 tahun, selama itu sampah plastik jika tidak dikelola dengan baik akan merusak alam,” katanya.
Pantauan Tribun, animo masyarakat dalam aksi sosial tersebsut sangat tinggi, hal ini terbukti dengan banyak masyarakat sekitar ikut serta membersihkan daerah mereka ketika melihat ratusan peserta sosial mensosialisasikan kegiatan itu.
“Saya rasa ini sangat bermanfaat, dan bisa mendidik masyarakat yang tadi tidak tahu menjadi tau tentang sampah organik dan non organik,” ujar Aling (32) simpatisan.
Petrus menambahkan dalam aksi tersebut, memang yang terbanyak sampah ditemukan adalah sampah plastik yang berserakan di selokan dan sejumlah ruas jalan di Kota Ketapang, khususnya Jl Suprapto.
“Pemerintah dalam hal ini menurut kami sudah berupaya, namun kurang maksimal. Contohnya mereka membersihkan sampah, atau ruas jalan hanya pada jam-jam tertentu saja, mungkin ini memang perlu dukungan semua pihak, terutama masyarakat Ketapang,” pungkasnya.