Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ritual Manyanggar Batanjung Bagian Dari Adat Dayak

Upacara ritual adat Dayak Manyanggar menjadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian warga Dayak. Suku Dayak senantiasa melestarikan adat ini.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Laporan Wartawan Tribun Kalteng, Mustain Khaitami

TRIBUNNEWS,COM, KUALAKAPUAS - Upacara ritual adat Dayak Manyanggar menjadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian warga Dayak. Suku Dayak senantiasa melestarikan adat ini.

Manyanggar adalah sebuah acara adat yang tujuannya doa keselamatan bagi pelaksanaan suatu pekerjaan. Dalam acara ini juga ada acara pengusiran terhadap roh jahat yang berpotensi mengganggu pekerjaan.

"Biasanya, manyanggar paling lambat digelar sebulan setelah dilaksanakan pramanyanggar. Tapi kami belum berkoordinasi dengan pelaksana proyek soal ritual manyanggar ini," terang Ketua Majelis Adat Dayak Kapuas, Kalteng, Angie Rohan, Rabu (4/5/2011).

Ritual dipimpin seorang mantir adat dengan rapalan doa dalam bahasa Dayak Ngaju. Aneka bentuk dan jenis makanan tersaji dalam dua buah tempat yang secara adat disebut samburup.

Ada ayam kampung yang telah dimasak, telur dan ketan, darah ayam, kue cucur, ketupat, minuman beralkohol. Semuanya diletakkan di atas nampan yang digantung sebagai persembahan bagi roh-roh di sekitar lokasi proyek yang mulai dikerjakan.

Ritual ini juga digelar saat pembangunan Pelabuhan Batanjung. Bahkan dijadwalkan, upacara itu berlangsung selama tiga hari.

Upacara itu mengiringi pemancangan perdana tiang pelabuhan Batanjung yang dilakukan di lokasi Rohan. Sebelumnya, ritual pramanyanggar telah dilaksanakan pada Kamis (21/4/2011).

Rekomendasi Untuk Anda

"Soal waktu, itu belum ditentukan. Tapi Manyanggar digelar selama tiga hari," ujar Angie.

Sumber: Tribun Kalteng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas