Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bupati Kukar Minta Gubernur tak Pancing Suasana

Bupati Kukar, Rita Widyasari meminta Gubernur Kaltim) Awang Faroek Ishak tidak mengeluarkan pernyataan yang memancing suasana tidak kondusif.

Bupati Kukar Minta Gubernur tak Pancing Suasana
TRIBUNNEWS.COM
Rita Widyasari, Bupati Kukar

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rahmat Taufiq

TRIBUNNEWS.COM, TENGGARONG - Bupati Kutai Kertanegara (Kukar), Rita Widyasari meminta Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak tidak mengeluarkan pernyataan yang justru memancing suasana tidak kondusif.

Ini disampaikan bupati menyusul pernyataan gubernur agar Bupati Kukar mesti legowo menerima aspirasi masyarakat di 5 kecamatan yang menginginkan pemekaran Kutai Pesisir, yakni Kecamatan Anggana, Muara Jawa, Sangasanga, Samboja dan Loa Janan.

"Saya langsung sms beliau. Saya katakan bila ada hubungan dengan Kukar saya dipanggil dulu. Karena Kukar menyangkut saya sebagai pemimpin di sini dan otonomi daerah mengatur bahwa daerah punya hak untuk mengatur daerahnya sendiri. Selain itu, PP pemekaran yang baru juga harus ada rekomendasi bupati , DPRD juga BPD (Badan Permusyawaratan Desa)," kata Rita kepada Tribun, Minggu (5/6/2011).

Rita juga meminta gubernur agar tidak memancing suasana, apalagi beberapa minggu lagi akan digelar Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA).

"Saya juga bilang pada beliau (gubernur), saya bukan tidak mau memekarkan (Kutai Pesisir), tapi masalahnya saya juga melihat banyak yang menolak pesisir, baik daerah pesisir itu sendiri maupun daerah lain yang bukan pesisir bahkan kesultanan. Saya katakan dari dulu saya pro pemekaran asalkan untuk kesejahteraan bersama," imbuhnya.

Saat ini, kata Rita, dia mempunyai program perencanaan untuk pemerataan pembangunan. "Perlu saya sampaikan bahwa esensi pemekaran adalah kebutuhan pemerintah untuk kesejahteraan , jadi jika belum saatnya dimekarkan jangan dipaksakan. Ada baiknya, kita minta sama-sama ke pusat dana perimbangan kita dibesarkan karena Kutai sudah dibagi 4 wilayah," ujar Rita.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribun Kaltim
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas