Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ingin Jadi PNS? Bayar Dulu Rp 30 Juta

Belakangan santer beredar informasi, untuk bisa terdaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mereka harus merogoh kocek hingga Rp 30 juta.

TRIBUNNEWS.COM, BARRU- Tenaga honorer yang masuk dalam dalam data base kategori I di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kini gelisah. Pasalnya, belakangan santer beredar informasi, untuk bisa terdaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mereka harus merogoh kocek hingga Rp 30 juta.

Sebanyak 53 tenaga honorer yang sudah terdata dalam data base pun khawatir tidak lolos jika tidak menyiapkan dana Rp 30 juta. "Kami dapat info dari teman kami. Katanya dia dimintai uang untuk bisa lolos CPNS," kata seorang honorer yang menolak namanya ditulis, Senin (6/6/2011).

Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Barru Kamil Ruddin mengaku sudah mendengar hal tersebut. Kamil bahkan sempat didatangi seorang tenaga honorer dan mempertanyakan ada tidaknya pungutan yang dibebankan kepada tenaga honorer.

"Memang ada honorer yang melapor ke saya. Awalnya tanya-tanya soal pungutan, hingga akhirnya mengaku kalau dia dimintai uang agar namanya bisa lolos jadi CPNS," terangnya.

Kepada Sekdakab Barru, honorer tersebut mengaku dimintai uang oleh oknum PNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebesar Rp 30 juta, agar namanya lolos masuk ke daftar CPNS. Namun, kata Kamil, honorer yang belum diketahui namanya tersebut tidak menyebut oknum BKD yang dimaksud.

"Lolos tidaknya mereka jadi CPNS, ditentukan dan direkomentasikan pemerintah pusat. Jadi apapun alasannya, pungutan kepada honorer yang masuk data base tidak dibenarkan. Apalagi nilai yang dipatok oknum juga sangat besar," jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Barru Iskandar mengaku belum menerima laporan terkait informasi tersebut. Iskandar juga belum mengetahui nasib 53 tenaga honorer tersebut. "Kalau betul ada oknum kami yang melakukan pungutan seperti yang sebutkan, informasikan namanya kami bisa ikut menelusuri," tandasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas