Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tetangga Korban Penyerangan di Pappae Soppeng Mengungsi

Suasana Desa Pappae, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, yang sebelumnya diserang sekelompok warga hingga mengakibatkan lima rumah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribun Timur, Surtan Siahaan

TRIBUNNEWS.COM, WATAMPONE - Suasana Desa Pappae, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, yang sebelumnya diserang sekelompok warga hingga mengakibatkan lima rumah terbakar, masih mencekam.

Saat Tribun menyambangi daerah tersebut, Jumat (10/6/2011), beberapa tetangga korban penyerangan dan pembakaran lima rumah memilih mengungsi.

Seorang warga yang tinggal tepat di sebelah rumah yang terbakar, Ondeng (50), tengah bersiap untuk pindah.

Pakaian dan barang berharga perempuan paruh baya dikemas menggunakan sarung.

"Saya tidak mau tinggal di sini, Pak. Rumah ini belum aman. Jadi lebih baik saya mengungsi di rumah keluarga," tuturnya.

Hal serupa dilakukan tetangga di depan rumah korban penyerangan. Warga memilih menutup pintu rapat-rapat dan berkumpul di salah satu rumah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami pilih berkumpul agar siap jika sewaktu-waktu ada serangan lagi," tutur Jiding, seorang keluarga korban penyerangan.

Penyerangan dan pembakaran lima rumah dilatarbelakangi tewasnya Agung (30), warga Dusun Tabbae, Desa Benteng Telue, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Senin lalu.

Dia tewas terbunuh di daerah desa Pappae, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng setelah terlibat perkelahian dengan warga
Pappae.

Tewasnya Agung memicu amarah warga kampung Tabbae. Sekelompok orang yang diduga keluarga korban melakukan aksi balas dendam dengan menyerang warga di tempat kejadian perkara terbunuhnya Agung pada Kamis (9/6/2011) dini hari.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas