Siami: Warga Kampung Gadel Belum Minta Maaf
Warga Kampung Gedel, yang membuat Ibu Siami terusir keluar dari rumahnya, karena jujur melaporkan peristiwa menyontek
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Kampung Gedel, yang membuat Ibu Siami terusir keluar dari rumahnya, karena jujur melaporkan peristiwa menyontek masal di sekolah putranya, SDN 2 Gedel, hingga hari ini, Kamis (16/6/2011), belum ada yang meminta maaf secara langsung kepada Ibu Siami.
"Kalau warga belum ada, yang minta maaf, ada tokoh masyarakat yang datang ke rumah orangtua saya, mengajak saya kesana (pulang kerumahnya)," ujar Siami, kepada wartawan yang berada di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, via teleconfrence, Kamis siang.
Siami secara pribadi, merasakan kerinduan untuk pulang ke rumahnya, yang berada di Kampung Gedel, namun, ia belum mengetahui kapan ia akan pulang.
"Saat ini saya belum bisa kembali kesana, saya kira itu butuh waktu, suatu saat saya akan kembali juga, karena itu rumah saya juga," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, cerita Siami bermula dari laporan putranya Alif, yang diminta dua orang gurunya memberikan contekan kepada teman-temannya satu kelas saat Ujian Nasional (UN). Alif dikenal sebagai anak pandai di sekolahnya.
Siami kemudian mengadukan hal tersebut ke kepala sekolah dan komite sekolah, namun tidak digubris.
Kasus ini lalu masuk media massa sehingga menarik perhatian Walikota Surabaya. Kepala sekolah dan dua guru SD tersebut mendapat sanksi. Sedangkan warga Gadel, tempat Siami tinggal marah besar pada Siami dan keluarganya dan menyebutnya sebagai "sok pahlawan" dan "tak punya hati nurani".