Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Petani Tomat di Minahasa Berharap Hujan Segera Turun

Ratusan petani di Minahasa dicekam kekhawatiran kerusakan tanaman akibat semburan debu vulkanik dari Gunung Soputan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Harismanto

Laporan Wartawan Tribun Manado, Lucky Kawengian
TRIBUNNEWS.COM, TONDANO - Ratusan petani di Minahasa dicekam kekhawatiran kerusakan tanaman akibat semburan debu vulkanik dari Gunung Soputan.

Stevy Kaawoan (34), warga Kawangkoan mengatakan, debu vulkanik ini kemungkinan besar akan merusak tanaman tomat yang ditanamnya. Menurutnya, debu ini bersifat panas sehingga akan membuat tanaman layu. Selain itu, tanaman tomat miliknya yang berusia dua bulan sedang berbunga, sehingga hampir dipastikan bunga ini akan jatuh dan tidak akan menghasilkan buah.

"Tadi pagi saya keget saat melihat banyak debu di rumah. Saya langsung pergi ke kebun dan ternyata tanaman tomat saya juga terkena debu dari Gunung Soputan. Kalau sudah seperti ini, harapan saya hanya hujan," ujarnya saat diwawancarai Tribun Manado, Minggu (3/7/2011).

Dirinya menjelaskan, hujan sangat dibutuhkan untuk mencuci tanaman yang telah terkena debu vulkanik. "Saya sangat berharap nanti malam hujan bisa turun sehingga tanaman saya bisa diselamatkan. Kalau tidak, habislah saya," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menyebabkan dirinya terancam menderita kerugian sampai Rp 3 juta untuk tanaman tomat yang ditanam pada lahan seluas 10 x 15 meter ini.

Berdasarkan pantauan Tribun Manado, semua areal perkebunan di wilayah Sonder, Kawangkoan, Tompaso, Langowan, Kakas, dan beberapa daerah lain terkena debu dari Gunung Soputan. Tanaman yang sangat rentan rusak terkena debu ini adalah tanaman tomat, cabai, sayur-sayuran, dan tanaman lain yang berusia dibawah satu bulan. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas