Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Taman di Kota Medan Berubah Jadi Tempat Mangkal Pelacur

Belum ada taman kota yang benar-benar representatif digunakan warga sebagai sarana bersantai di kota Medan.Parahnya, taman berubah fungsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Anggota komunitas ini Miduk Hutabarat, mengatakan  hingga saat ini belum ada taman kota yang benar-benar representatif digunakan warga sebagai sarana bersantai di kota Medan. Parahnya, taman ini malah berubah fungsi sebagai sarana bisnis, pacaran dan lebih ektrem sebagai tempat mangkal para pelacur.

"Dari data yang kami kumpulkan terdapat 130an taman kota di 21 kecamatan yang tersebar. Namun tidak ada satupun taman yang benar-benar dijadikan warga sebagai lokasi untuk menghilangkan penat.

Beberapa diantaranya malah berubah wujud. Taman Beringin menjadi lokasi pacaran, Taman Ahmad Yani menjadi lokasi pegagang bunga, Taman Teladan banyak pengamen dan beberapa preman dan Taman Gajah Mada menjadi lokasi mangkal para PSK," ujarnya.

Untuk merubah fungsi taman kota menjadi yang sebenarnya, pihaknya beberapa tahun terakhir mencoba membuat forum diskusi setiap Sabtu di Taman Beringin. Pihaknya yakin, spirit universal bahwa peradaban harus kembali ke smesta dan pluralisme yang pernah hidup di kawasan dunia timur akan kembali lagi di Medan.

Dari sanalah kemudian tergagas komunitas yang bisa menggunakan taman-taman kota dalam wujud penggunaan sebenarnya. Ini menjadi landasan awal berdirinya komunitas Taman Medan. Hal itu dikatakan Miduk saat disambangi Tribun di Kopi Tiam Ong Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (3/7/2011).

Dijelaskannya, sejak berdiri tahun 2000, dan diisi anggota aktif sebanyak 25 orang. komunitas ini mencoba merancang, bagaimana semua bisa warga bisa mengakses sebuah taman tanpa harus dibatasi oleh apapun dan tidak dijadikan lokasi komersialisme. Bagi komonitas ini, pempagaran banyak taman dan diberlakukannya parkir bagi pengunjung membuat warga kurang nyaman

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas