Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Cuma Debu Vulkanik! Awan Panas Lokon Juga Mengancam

Aktivitas vulkanik Gunung Lokon belum juga mereda, sebaliknya aktivitas terus meningkat dengan ditandai tiga letusan beruntun,

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunmanado.co.id, Fransiska Polohindang

TRIBUNNEWS.COM, TOMOHON - Aktivitas vulkanik Gunung Lokon belum juga mereda, sebaliknya aktivitas terus meningkat dengan ditandai tiga letusan beruntun, Senin (18/7/2011) pukul 13.30 WITA. Warga juga diminta tetap waspada mengingat Lokon berpotensi menyeburkan awan panas.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi , Surono mengatakan, Gunung Lokon tetap mengancam keselamatan karena adanya potensi letusan magmatik disertai dengan lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba-tiba.

"Bila awan panas berlangsung di sekitar Gunung Lokon, masyarakat harus waspada  awan panas pada alur Sungai Pasahapen," imbaunya.

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan serta potensi ancaman letusann Gunung Lokon hingga saat ini masih dalam status awas.

"Kami terus secara intensif melakukan pemantauan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Lokon. Pemerintah harus tetap melakukan sosialisai secara intensif tentang ancaman bahaya letusan Gunung Lokon," terangnya.

Kemarin siang, Lokon meletus beruntun sebanyak tiga kali. Farid Bina, Kepala Pos Pemantau mengatakan letusan tersebut terjadi diawali dengan adanya 2 kali gempa vulkanik A dan 6 kali vulkanik B.

Rekomendasi Untuk Anda

Letusan pertama mengakibatkan semburan abu vulkanik setinggi 200 meter, letusan kedua 600 meter dan ketiga terhalang awan.

"Suplai energi masih terus terjadi meski sudah terjadi letusan, yang ditandai dengan adanya gempa tremor," jelasnya kepada Tribun Manado (Tribunnews.com Network).

Adanya letusan tersebut memberi pemandangan menarik bagi warga. "Kami masih mengamati abu yang dikeluarkan, mungkin akan jatuh di sini karena tak ada angin," tegas Oscar Lolowang, warga Tinoor.

Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas