Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tubuh Dody-Rismandar Dicor di Dalam Semen

Diduga dibunuh, dua pemuda ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tubuh mereka tertanam dalam benaman coran lantai

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnewsbatam.com Afrizal

TRIBUNNEWS.COM. BATAM - Di tengah khidmat peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 66, warga Perumahan Angrek Sari tiba-tiba digemparkan dengan penemuan  dua mayat pemuda yang tinggal di rumah Blok F7 nomor 7, Rabu (17/8/2011) sekitar pukul 08.15 WIB. Kedua pemuda itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di lantai dua, tepatnya di ruang tempat cuci pakaian. Selain kondisinya yang sudah  sulit dikenali, tubuh kedua pemuda ini juga tertanam dalam coran lantai.

Kedua pemuda itu diketahui bernama, Dody (31) dan, Rismandar (25). Mayat keduanya pertama kali ditemukan oleh Sugeng, orang tua Sulis pemilik rumah tersebut. Keduanya sudah tinggal selama dua bulan dirumah itu bersama kakaknya yang saat ini sedang berada di Jakarta.

Sulis pemilik rumah yang ditempati kedua korban ini mengatakan, awalnya sekitar pukul 07.00 WIB. Ia mendapat telfon dari Jhoni yang sedang berada di Jakarta, kakak Dody yang tewas tersebut. Jhoni memintanya untuk melihat-lihat adeknya (Dody-red) dirumah yang dikontraknya itu, karena sudah empat hari dihubungi tidak ada jawaban.

"Karena saya tidak ada pengang kunci rumah, saya telfon bapak saya yang pengang kunci cadanggan setelah dikontrak orang bertiga itu. Bapak saya lah yang datang kerumah ini. Setelah beberapa lama saya meminta bapak datang kerumah ini, tidak beberapa lama bapak nelfon lagi, katanya ada yang tidak beres dalam rumah. Katanya bapak melihat telapak kaki di lantai dua, banyak darah berserakan dan bau busuk dari dalam rumah,"ujar Sulis menceritakan kata-kata bapaknya (Sugeng-red).

Sulis menceritakan, rumahnya tersebut dikontrak oleh  Jhoni kakak korban dua bulan lalu. Namun ia tidak mengetahui persis siapa saja yang diajak Jhoni tinggal dalam rumahnya tersebut. Bahkan ia juga tidak mengenal kedua pemuda yang tewas mengenaskan itu.

"Saya sudah kembali kasih tahu Jhoni yang sedang di Jakarta, katanya ia akan balik ke Batam hari ini. Dia katanya naik pesawat jam 11. Saya sudah kasis tahu bahwa adeknya ditemukan meninggal dalam rumah,"katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Sugeng orang tua Sulis yang pertama kali menemukan kedua korban itu mengatakan, sebelum membukan pintu depan dengan kunci cadanggan. Ia sudah terlebih dahulu mengetok-ngetok dari luar. Namun karena tidak ada jawaban dari dalam, ia membuka pintu dengan kunci serap yang dibawanya itu. Namun katanya, saat pintu dibuka ia langsung mencium bau yang sangat busuk. Bahkan ia terperanjat saat melihat darah yang sudah kering berserakan di ruang tamu.

"Saat itu saya tetap panggil-panggil, ada orang ngak kata saya. Karena saat itu TV dan kipas angin masih menyala. Tidak ada juga jawaban dari dalam, saya masuk kedalam kamar di lantai satu dan terus naik ke tangga lantai dua. Dari ruang tamu dibawah sampai ke tangga lantai dua, itu darah yang sudah kering berserakan dilantai sampai kedinding-dinding. Masih ditangga, kira-kira dua-tiga langkah lagi sampai ke lantai dua, tiba-tiba saya melihat telapak kaki yang sudah hitam. Saya langsung turun, ada yang tidak beres ni pikir saya. Saya langsung telfon anak (Sulis-red),"ujar Sugeng menceritakan ke tribunnewsbatam.

Setelah memberitahukan anaknya dan warga sekitar, baru dilaporkan ke Polsek Batam Kota. Tidak beberapa lama petugas mendatanggi TKP dan langsung memasang garis laranggan polisi disekitar rumah.

Cornelius tetangga korban mengatakan, sudah tiga-empat hari tidak melihat kedua pemuda tersebut . Bahkan sebelumnya ia dan warga lainnya sudah curiga ada yang tidak beres dalam rumah yang ditempati kedua pemuda itu, karena selalu mencium bauk busuk yang berasal dari dalam rumah itu. Namun karena tidak berani masuk kedalam areal rumah, ia dan warga menyangka bauk busuk itu adalah bangkai tikus.

"Biasanya orang itu tiga orang, tapi kakaknya paling tua sedang ke Jakarta katanya. Saya tidak begitu kenal dengan kedua korban, hanya kenal begitu-gitu saja. Sering nampak duduk-duduk didepan rumahnya itu,"ungkap Cornelius.

Sementara itu Kapolresta Barelang, Kombes Pol Eka Yuda yang langsung turun melihat mayat kedua pemuda ini mengatakan, dari hasil oleh TKP sementara anggotanya, kedua korban diduga kuat korban pembunuhan. Pasalnya korban ditanam dilantai dua dengan menggunakan semen, katanya, kemungkinan pelaku akan menghilangkan jejak dengan cara mengubur koban dengan corran semen dan batako.

"Selain korban ditanam di lantai dengan cara dicor menggunakan semen, kita juga menemukan bukti-bukti lain. Yakni ceceran darah dari lantai dasar hinggan kedalam kamar korban dilantai dua. Selain ditanam dengan cara di cor, kemungkinan pelaku juga akan menyembunyikan korban di atas plafon. Karena plafon dilantai dua juga terbuka,"beber Eka setelah melihat tempat korban ditemukan.

Diduga kuat kedua korban dihabisi nyawanya sejak empat-lima hari lalu, katanya, modus 'penanaman' mayat dengan cara dicor ini merupakan langkah yang diambil pelaku untuk menghilangkan jejak.

Kondisi kedua korban yang tidak menggunakan baju dan telungkup, membuat tim Identifikasi Polresta Barelang mencoba melakukan pembongkaran lantai rumah itu dengan menggunakan linggis guna mengeluarkan kedua mayat yang dalam kondisi membusuk.

Patauan tribunnewsbatam Satuan Reskrim Poltabes Barelang lasung melakukan penyelidikan atas kasus temuan dua mayat pria yang kondisinya sangat mengenaskan itu. Penyidik langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian dengan dibantu petugas dari Rumah sakit Otorita Batam (RSOB). Olah TKP sendiri memakan waktu hampir empat jam, sebab kondisi mayat yang telah membusuk dan menempel dengan tumpukan semen.

Posisi kedua mayat ditemukan dengan keadaan tertelungkup di lantai dua rumah dan hampir tertutup oleh tumpukan semen. Diduga kedua mayat akan dikubur oleh pelaku untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu. Selanjutnya mayat dibawa ke RSOB untuk dilakukan otopsi.

"Kita masih cari barang-barang bukti, dugaan sementara keduanya adalah korban pembunuhan dan motif pembunuhan masih kita cari," ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang saat melakukan olah TKP.

Yos menambahkan, menurut hasil identifikasi diperkirakan kedua mayat itu tewas sudah sekitar tiga hingga empat hari yang lalu, hal ini diketahui dari jasad yang telah membusuk dipenuhi belatung yang sudah cukup besar-besar.  Bahkan hasil identifikasi dan olah TKP juga banyak ditemukan bercak darah di lantai satu dan dua rumah akibat peristiwa pembunuhan yang belum diketahui pelakunya itu. Sementara itu, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari beberapa saksi, antara lain pemilik rumah, tetangga sebelah rumah korban dan sekuriti perumahan.

"Tiga orang saksi kita panggil untuk dimintai keterangan seputar penemuan mayat ini,"pungkas Yos

Sumber: Tribun Batam
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas