Mayor Haristanto Punya 28 Koleksi Plakat Rekor Muri
Mayor Haristanto lewat Republik Aeng Aengnya mengundang gelak tawa dan decak kagum juga di catat oleh Museum Rekor Indonesia.
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribun Jogja
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Aksi-aksi unik dan nyeleneh yang dilakukan Mayor Haristanto lewat Republik Aeng Aengnya tak hanya diabadikan oleh berbagai media massa. Namun aksi-aksinya yang kadang mengundang gelak tawa dan decak kagum itu juga di catat oleh Museum Rekor Indonesia. Bahkan Mayor sudah memecahkan puluhan rekor Muri lewat aksinya.
Saat memasuki rumahnya yang terletak di daerah Tanggulsari, RT 09 RW XVIII, Kadipiro akan langsung terlihat potongan koran yang memuat berita unik si empunya rumah di salah satu dinding. Pada dinding ruang lain, terpampang plakat puluhan Museum Rekor Indonesia (MURI). Beberapa rekor yang ia buat antara lain meja pingpong terkecil, melukis di atas aspal dengan peserta terbanyak, membagikan telur terbanyak secara gratis, hingga makan telur rebus terbanyak.
Plakat-palkatnya itu terpampang di ruang tamu rumahnya yang digunakan sebagai markas Republik Aeng-Aeng. Meski sudah banyak menciptakan rekor Muri, sang Presiden Republik Aeng-aeng ini mengaku masih belum puas. "Saya masih kalah sama Ciputra, yang punya 32 rekor," katanya. Ciputra yang ia maksud adalah salah satu konglomerat yang bergerak di bidang properti. Ia pun berambisi untuk menyamai bahkan melebihi jumlah itu.
Semua rekor itu tercipta berkat beberapa idenya yang tergolong "gila". Meski terkesan kurang kerjaan, ia justru dilirik banyak pengusaha. Misalnya saja, ia diminta membantu menciptakan rekor MURI sesuai dengan pesanan pengusaha. “Banyak pengusaha yang minta bantuan untuk menciptakan rekor Muri. Namun ada juga dari sekolahan, suporter, tukang sampah dan lain-lain,” kata Mayor yang pernah bekerja sebagai praktisi periklanan ini.
Nanie Mayor istri Mayor mengatakan, suaminya adalah figur yang tak pernah kehabisan ide. Segala sesuatu yang tidak mungkin menurut kebanyakan orang di tangannya jadi mungkin. Ia pun semakin bangga pada sang suami karena karya-karya kreatifnya selalu membuat publik kagum dan memberi acungan jempol. “Kalau prinsip suami saya simple. Lebih baik berkarya kecil dari pada berencana yang besar-besar,” katanya.(dik)