Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mudik Balik Bareng Honda Kurangi Kepadatan Lalulintas

Sebanyak 200 pemudik berikut 100 unit sepeda motor mengikuti Balik Bareng Honda menuju ke Jakarta, Sabtu (3/9/2011)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Widiyabuana Slay

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Sebanyak 200 pemudik berikut 100 unit sepeda motor mengikuti Balik Bareng Honda menuju ke Jakarta, Sabtu (3/9/2011). Mereka diberangkatkan menggunakan empat buah armada bus dan tiga truk untuk mengangkut sepeda motor.

Kegiatan yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor bekerjasaa dengan Astra Honda Region Yogyakarta ini, merupakan satu rangkaian kegiatan Mudik Bareng Honda 2011.

"Ini kali pertama event Mudik Bareng Honda juga memfasilitasi untuk transportasi balik, sehingga lebih memberi kenyamanan para pemudik khususnya konsumen Honda," kata Public Relation Honda Sales Operation (HSO), Meyra Marianti.

Sebelumnya, Honda telah berhasil merangkul sebanyak 1.140 konsumen setianya untuk mudik bareng. "Untuk arus balik kapasitasnya memang tidak sebanyak arus mudik karena waktu kembali pemudik tidak sama," ujarnya.

Susi (35), seorang pemudik asal Ngawi, Jawa Timur mengaku sangat terbantu dengan event Mudik bareng karena bisa menghemat biaya, meskipun dengan daerah tujuan Yogyakarta dirinya masih harus menyambung ke Ngawi dengan naik motor.

"Ya, bayangkan saja kalau naik bus saya paling tidak harus mengeluarkan biaya Rp 1 Juta, tetapi dengan ikut Mudik Batenga, cukup mengeluarkan uang Rp 50 ribu saja," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dirjen Perhubungan Darat, Suroyo Ali Moeso yang melepas para pemudik di kantor Astra HSO Jombor mengatakan event mudik atau balik bareng yang diselenggarakan koorporasi, akan mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Kami menyambut baik adanya program semacam ini karena membantu pemerintah mengatasi kemacetan lalu lintas selama arus mudik lebaran. Patut dicatat sepeda motor menyumpang angka kecelakaan terbanyak," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas