Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kok Lama Kali Keluarga Kami Ditolong

Hajah Zulaiha masih meratapi musibah Casa 212-200 yang jatuh di Gunung Hulusekelam, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, LANGKAT - Hajah Zulaiha masih meratapi musibah Casa 212-200 yang jatuh di Gunung Hulusekelam, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Dia menyayangkan mengapa anaknya Dr Suhelman dan penumpang lainnya lambat ditolong.

"Kok lama kali keluarga kami ditolong," ujarnya sambil menjerit setelah sadar dari pingsannya.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Daryatmo membantah adanya anggapan sebagian korban tewas kecelakaan pesawat maskapai Nusantara Buana Air (NBA) di Bahorok, Langkat, Sumatera Utara akibat kedinginan dan kelaparan.

Berdasarkan hasil analisis kondisi fisik pesawat, Daryatmo memastikan seluruh korban tewas karena benturan. Kesimpulan itu menurutnya sangat jelas terlihat dari kondisi pesawat yang rusak parah.

"Kerusakannya cukup parah, karena menabrak bukit dengan kecepatan 140 knot perjam," kata Daryatmo, Sabtu (1/10/2011).

Kondisi yang parah itu juga mengakibatkan pintu pesawat tak bisa terbuka. Bahkan ketika ditemukan, seluruh korban masih berada di kursi masing-masing

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas