Jamur Jumbo Ini Dipercaya Kiriman Orang Meninggal
Warga Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, dihebohkan dengan tumbuhnya dua kelompok jamur jumbo.
Editor:
Prawira
TRIBUNNEWS.COM, INDRALAYA - Warga Dusun I, Desa Tanjung Tambak I, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, dihebohkan dengan tumbuhnya dua kelompok jamur jumbo.
Jamur tumbuh di belakang rumah Abduh, dekat pohon rengas. Jarak kelompok batang satu dengan batang lainnya hanya sekitar 30 Cm.
Jamur tersebut berwarna putih dari batang sampai payungnya. Diakui warga jenis jamur tersebut biasa dimakan tetapi ukuran payungnya tidak lebih dari 5 Cm.
Sedangkan yang tumbuh di belakang rumah Abduh ini lebar payungnya mencapai 25 Cm dengan ketinggiannya tidak kurang dari 20 cm. Uniknya satu pokok jamur ini tumbuh puluhan batang dengan ukuran hampir sama.
Setiap hari ratusan warga datang ingin menyaksikan jamur yang tidak biasa tersebut.
Warga yang datang dari berbagai desa dalam kawasan Kecamatan Tanjung Batu OI seperti Desa Tanjung Pinang, Tanjung Batu Seberang, Tanjung Atap, Sribandung, dan desa lainnya.
Untuk menghidari warga terlalu dekat dengan jamur, Abduh memagarnya dengan papan dan kayu.
Abduh yang ditemui di lokasi jamur tersebut kepada Sripoku.com, Rabu (9/11) mengatakan, jamur itu sudah diketahuinya tumbuh sejak Rabu (2/11) lalu. Hanya dalam dua hari jamur itu langsung tumbuh semakin besar.
"Minggu kemarin lalu aku lihat jamur ini semakin besar sehingga menghebohkan warga di desa ini," kata Abduh seraya mengaku tidak ada firasat apapun jika dirinya akan mendapatkan jamur raksasa yang tumbuh di belakang rumahnya.
Bukan dirinya saja tetapi keluarganya juga tidak mendapat tanda-tanda akan adanya jamur itu.
Abduh mengaku ada istilah warga setempat jika jamur seperti itu adalah jamur kiriman orang yang sudah meninggal dunia.
"Kata orang begitu, tetapi saya sendiri tidak tahu maksudnya apa," jelas Abduh sembari mengaku setiap hari banyak warga datang menyaksikan jamur tersebut.
"Maka saya pasang pagar agar orang tidak terlalu dekat karena bisa merusaknya," ungkap Abduh.
Dia menambahkan jenis jamur yang tumbuh di belakang rumahnya itu memang biasa dimakan warga.
"Kalau yang biasa dimakan itu tubuhnya kecil tidak besar seperti yang ini, tapi bentuk dan warnanya sama," papar Abduh. (Tarso)