Siapa Peduli Jembatan Karangsemi?
Jembatan Karangsemi ambruk sejak April 2011, hingga kini belum ada perhatian
Editor:
Gusti Sawabi
TRIBUNNEWS.COM, NGANJUK - Kondisi jembatan yang menghubungkan antara Desa Karangsemi Kecamatan Gondang dengan Desa Demangan Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, semakin parah. Ini setelah jembatan ambruk dan putus sekitar bulan April 2011 lalu atau sekitar 6 bulan hingga sekarang belum ada perbaikan sama sekali. Kondisi jembatan sepanjang 60 meter dan lebar 6 meter tersebut semakin amblas setelah pondasi penyangga mulai amblas tergerus air.
Salah satu warga Desa Karangsemi, Wardoyo mengatakan, sebetulnya melalui perwakilan warga seringkali meminta kepada Pemerintah Daerah untuk segera melakukan perbaikan. Namun permintaan itu belum juga dipenuhi.
“Tapi hingga sekarang jembatan karangsemi itu tetap dibiarkan rusak dan mangkrak. Kami khawatir jika sungai Widas banjir maka jembatan itu bisa hanyut dan hilang semuanya,” kata Wardoyo, Minggu (13/11/2011).
Sedangkan Anggota Komisi C DPRD Nganjuk, Jianto mengatakan, sebetulnya Pemkab Nganjuk melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD tahun 2011 telah menganggarkan dana perbaikan jembatan karangsemi sebesar Rp 520 juta. Hanya saja, karena waktu yang cukup pendek membuat sejumlah rekanan proyek perbaikan jembatan karangsemi tidak berani mengajukan penawaran dan mengikuti tender.
“Akibatnya ya jembatan karangsemi belum bisa diperbaiki dan dana anggaran bakal masuk kembali ke kas daerah karena tidak terpakai,” terang Jianto.