Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satu Batalyon Polisi Berpatroli Pascabentrok Pendekar Silat

Mereka berpatroli guna mengantisipasi kemungkinan bentrok susulan, sekaligus sebagai pamer kekuatan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG - Sepekan setelah terjadi tawuran pesilat Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti versus Persaudaraan Setia Hati (PSHT) di kawasan hutan Desa Sukodadi, Kabuh, Polres Jombang terus melakukan patroli di kawasan TKP (tempat kejadian perkara) itu.

Bahkan hari ini, diterjunkan satu batalyon pasukan  di kawasan hutan kabuh dan sekitarnya. Pasukan dipimpin langsung Kapolres Jombang, AKBP Marjuki. Mereka berpatroli guna mengantisipasi kemungkinan bentrok susulan, sekaligus sebagai show of force (pamer kekuatan).

Kapolres AKBP Marjuki melalui Kasubag Humas AKP Yogas mengungkapkan, patroli akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif. “Patroli ini juga sebagai langkah show of force. Kami berharap dengan banyaknya anggota yang berpatroli, pihak-pihak terlibat bentrok tidak akan mengulangi ulahnya,” kata Yogas, Minggu (20/11/2011).

Dalam patroli itu, imbuh Yogas, polisi juga merazia kendaraan yang lewat. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat. "Sasarannya pengedara yang membawa senjata tajam dan alat-alat berbahaya lainnya," kata Yogas.

Seperti diketahui rombongan truk berisi ratusan anggota IKSPI Kera Sakti Lamongan yang sedang dalam perjalanan menuju Lamongan usai kenaikan tingkat di Madiun, diserang ratusan orang bersenjata tajam, batu, dan bom molotov yang diduga anggota PSHT, Minggu (13/11/2011) lalu.

Akibat kejadian itu, enam anggota IKSPI Kera Sakti mengalami luka bacok dan dilarikan ke RSUD Jombang. Bahkan satu diantaranya dalam kondisi kritis, dan dirujuk ke RS dr Soetomo Surabaya.

Benih permusuhan antara dua perguruan silat tersebut diduga sudah sudah ada sejak lama. Informasi yang dihimpun menyebutkan, mulai 2009 hingga 2011 ini sudah lebih dari tiga kali terjadi bentrokan antara PSHT dan IKSPI KS. Salah satunya kasus perusakan mobil milik anggota KS di Desa Tanjungwadung Kabuh November tahun lalu. Sabtu kemarin, bentrokan antarpendekar silat juga terjadi di Kediri.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas